Fenomena Kriminal Bermotor (Geng Motor), Bukan Aksi-Reaksi Tapi Provokasi-Aksi-Reaksi

ilustrasi : PRFM Newschannel

ilustrasi : PRFM Newschannel

Geng motor kembali berulah. Anggota Kopassus Pratu Galang jadi korban setelah dikeroyok dan ditusuk oleh gerombolan bermotor di area Rajawali Bandung, turut berbelasungkawa untuk beliau.

Sebagai warga Bandung dan juga motoris, saya kembali merasa waswas untuk berkendara malam hari. Tidak hanya sekarang, tapi hampir setiap kali keluar malam, karena di beberapa titik masih saja ada aksi geng motor yang meskipun tidak mencolok tapi tetap saja meresahkan, apalagi tempat tinggal saya dekat dengan area “panas” tempat nongkrong beberapa geng motor yang sudah dikenal luas, hingga mau tidak mau saya harus selalu berhati-hati agar tidak menimbulkan gesekan dengan mereka. Beberapa kali saya bersinggungan langsung dengan sebagian dari mereka.

Bertetangga dengan basecamp geng motor

Sewaktu SMA, saya bertetangga dengan pemuda yang umurnya tidak jauh diatas saya dan hobi bermotor. Saat itu saya masih belum hobi bermotor, bahkan motor saja belum punya, tapi cukup sering bergaul dengan dia dan teman-temannya walau tidak terlalu dekat. Mereka tergabung di komunitas Bandung Auto Sport, yang belakangan saya tau kalau komunitas itu hanya kamuflase dari geng motor Brigez. Tiap malam minggu, mereka berkumpul dan layaknya kumpulan pemuda, berisik dan tidak kenal waktu, kadang sampai subuh, hingga meresahkan tetangga sekitar sampai puncaknya mereka dibubarkan dan diusir karena ketahuan minum minuman beralkohol di dalam rumah itu.

Sebelumnya, semasa saya SMP juga sering berkunjung ke rumah teman yang berdekatan dengan tempat nongkrong geng motor GBR di area komplek Cijambe. Mungkin banyak juga basecamp-basecamp yang tidak mengambil tempat yang mencolok lainnya, FYI komplek rumah saya cukup terpencil di kaki gunung, jauh dari jalan raya. Mungkin alasannya agar para tokoh intelektual atau otak dibalik aksi mereka ini sulit dilacak, siapa tahu?

Provokasi di jalan

Untuk hal ini beberapa kali saya temui. Aksinya tergolong nekat, 1 atau 2 motor berboncengan sambil zigzag seakan mereka raja jalanan. Suatu hari saya pulang kopdar berbarengan 8 motor dari Gasibu ke arah Cibiru, di area Sukaasih rombongan saya tiba-tiba “diganggu” pengendara motor berboncengan yang ngebut dan ugal-ugalan, satu teman saya hampir saja terpancing dan memepet mereka, untung tidak terjadi kontak fisik karena ternyata dibelakang ada gerombolan yang lebih banyak. Mungkin karena mereka melihat kami memakai atribut klub motor akhirnya merekapun lewat begitu saja, si oknum yang ugal-ugalan bergabung dengan mereka, menandakan mereka masih satu komplotan.

Di lain waktu hal yang sama saya alami di area Leuwipanjang di waktu hampir tengah malam. Lepas lampu merah Cibaduyut arah Cibeureum saya dikagetkan dengan suara motor yang berisik sekali dari arah belakang. Sempat tidak curiga namun untungnya saya tidak terpancing untuk ngebut dan memilih mengendurkan gas lalu membiarkan mereka lewat, beruntung, karena ternyata suara berisik itu ternyata bukan cuma dari suara motor, tapi suara pedang/katana yang digoreskan ke aspal dan diacung-acungkan ke udara, sepertinya mereka juga sama seperti sebelumnya, memprovokasi calon korbannya.

Untuk dua kasus ini, pelaku memang terlihat memakai atribut geng tertentu, jadi aksi ini bisa dibilang murni provokasi. Entah bagaimana jika ada yang terpancing lalu melawan, mungkin akan terjadi kerusuhan dan pengeroyokan seperti yang terjadi pada mendiang Pratu Galang. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi sebelum kejadian pengeroyokan tersebut, mungkinkah ada provokasi sebelumnya? Karena jarang sekali ditemui kasus geng motor tiba-tiba menyerang membabi buta tanpa ada provokasi sebelumnya, apalagi ke pihak yang awam sekalipun itu salah sasaran, kecuali jika orang tersebut memang “musuh” geng mereka. Dan kecil kemungkinan juga korban menyerang duluan apalagi jika pelaku bergerombol. Kejadian sebenarnya masih jadi misteri, namun ada pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian-kejadian tersebut bahwa jangan mudah terpancing aksi-aksi provokasi yang dilakukan para gerombolan geng motor ini, karena mungkin saja itu jebakan dan akan merugikan anda sendiri.

Berhati-hatilah, ride safe, ride devensifely.

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Fenomena Kriminal Bermotor (Geng Motor), Bukan Aksi-Reaksi Tapi Provokasi-Aksi-Reaksi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s