Share : Batasan Modifikasi yang Legal di Mata Hukum ?

Credit of Deus Bali

Credit of Deus Bali

Ketentuan mengenai modifikasi sepeda motor yang tertuang di Undang-Undang No 22 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah No 55 Tahun 2012 seperti yang telah dibahas pada artikel sebelumnya terkadang masih menyisakan tanda tanya bagi pelaku modifikasi yang ingin memodifikasi sepeda motornya. Batasan modifikasi yang sedang viral dibahas yaitu Pasal 277 UU No 22 Tahun 2009 sudah dibahas di artikel sebelumnya, lantas bagaimana dengan modifikasi minimalis dan lainnya, apakah melanggar hukum juga?

1. Pasang bodi variasi bahkan sampai ganti bodi, apakah melanggar hukum?

rx-king body swap scorpio z

rx-king body swap scorpio z

Penggantian bodi motor tidak masuk dalam kategori perubahan dimensi, mesin, dan daya angkut sebagaimana disebutkan pada PP No 55 Tahun 2012. Pada Pasal 285 UU No 22 Tahun 2009 yang berbunyi :

285juga tidak mencantumkan bodi / badan kendaraan sebagai salah satu dari bagian yang dipermasalahkan. Namun tetap perlu diperhatikan dalam proses pemasangan bodi pengganti atau bodi tambahan harus memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan, karena jika tidak maka akan terkena pasal 279 UU No 22 Tahun 2009 :

279Maka dari itu perlu diperhatikan dalam proses pemasangan bodi pengganti dan bodi tambahan, pastikan terpasang dengan benar dan kuat, sebagaimana diatur dalam Pasal 58 ayat (2) PP No 55 Tahun 2012 :

58

2. Pasang boks tambahan, apakah melanggar juga?

full box

full box

Persyaratan pemasangan boks tambahan adalah tidak melebihi ukuran atau dimensi utama kendaraan bermotor, seperti yang tercantum di Penjelasan UU No 22 Tahun 2009 Pasal 48 ayat (2) huruf c :

48Jadi, pemasangan boks tambahan tidak boleh melebihi lebar terluar sepeda motor, yang biasanya berupa lebar setang kemudi. Mengenai panjang menjulur boks belakang juga diperhatikan, karena terkait Pasal 131 PP No 55 Tahun 2012 mengenai perubahan dimensi berupa pemanjangan chassis dengan pemasangan bracket boks jika tidak disertai perubahan jarak sumbu dan konstruksi chassis masih diperbolehkan. Mengenai daya angkut yang bertambah dengan adanya boks tambahan juga musti diperhatikan sesuai spesifikasi kendaraan, misalnya daya angkut maksimal sepeda motor 250 kg, dengan berat motor 120 kg ditambah berat pengendara & pembonceng total 120 kg maka beban maksimal yang boleh ditambahkan adalah 10 kg, maka spesifikasi boks yang diperbolehkan adalah yang bisa menanggung beban kurang dari 10 kg. Daya angkut beda dengan kapasitas muat dalam ukuran liter yang umumnya tercantum pada spesifikasi boks.

3. Pasang lampu tambahan, apakah boleh?

12341331_533487730145137_6684106106517033323_n

lampu tambahan

Mengenai lampu kendaraan diatur dalam banyak pasal dalam PP No 55 Tahun 2012, karena keberadaan lampu sangat terkait dengan keselamatan lalu lintas. Pertama, lampu utama sepeda motor maksimal berjumlah 2 buah dan harus dipasang berdekatan, sebagaimana tercantum dalam Pasal 24 :

24Pancaran lampu utama juga diatur dalam Pasal 70 :

70Lampu tambahan yang difungsikan sebagai penanda posisi di bagian depan juga maksimal berjumlah 2 buah dan harus dipasang berdekatan, sebagaimana diatur pada Pasal 27 :

27Lampu penanda depan umumnya terpasang di motor sebagai lampu kota / lampu senja. Lampu penanda tambahan seperti terpasang di handguard atau spion ilegal di sepeda motor, karena terpasang berjauhan. Jika difungsikan sebagai lampu penanda tepi luar kendaraan juga tidak berlaku, karena kendaraan yang boleh menggunakan lampu tepi hanya kendaraan yang memiliki lebar lebih dari 2.100 mm, sebagaimana disebutkan dalam Pasal 32 :

32Bagaimana dengan lampu kabut? Sesuai namanya, maka lampu kabut hanya boleh dinyalakan jika kondisi jalan berkabut, berasap, atau hujan deras yang menyebabkan jarak pandang terbatas. Aturan mengenai lampu kabut dijelaskan pada pasal 34 :

34Bagaimana dengan blitz, strobo, atau rotator? Tentu saja ilegal jika kendaraan tersebut tidak memiliki kepentingan tertentu, sebagaimana diatur dalam Pasal 44 :

44

4. Ganti ukuran ban seperti apa yang diperbolehkan?

safety-cacingan

ban kecil di motor besar

Penggantian ukuran ban harus memperhatikan spesifikasi ban terutama kode Load Index. Load Index adalah penunjuk beban maksimal yang sanggup ditanggung ban. Sebagai contoh, kode LI 51 berarti beban maksimal yang ditanggung adalah 195 kg. Semakin besar ukuran ban, umumnya kode LI juga semakin besar, sebaliknya jika ukuran ban kecil kode LI juga kecil, maka dari itu penggunaan ban kecil pada sepeda motor besar seperti tipe sport tidak diperbolehkan karena tidak sesuai dengan peruntukannya, sebagaimana diatur dalam pasal 16 :

16JBB (Jumlah Berat Yang Diperbolehkan) adalah berat maksimum Kendaraan Bermotor berikut muatannya yang diperbolehkan menurut rancangannya. JBKB (Jumlah Berat Kombinasi Yang Diperbolehkan) adalah berat maksimum rangkaian Kendaraan Bermotor berikut muatannya yang diperbolehkan menurut rancangannya.

Selain spesifikasi ban, ketebalan alur ban juga diatur Pasal 73 :

73

5. Bagaimana dengan klakson?

klakson aftermarket

klakson aftermarket

Spesifikasi klakson yang boleh digunakan diatur dalam Pasal 69 PP No 5 Tahun 2012 :

696. Penggantian knalpot apakah diperbolehkan?

knalpot aftermarket

knalpot aftermarket

Tidak ada larangan untuk penggantian knalpot standar pabrik, sebagaimana tercantum dalam Pasal 14 PP No 55 Tahun 2012 :
14Namun perlu diperhatikan bahwa spesifikasi knalpot harus memenuhi batasan emisi gas buang dan kebisingan suara sebagaimana diatur dalam Pasal 65 dan 66 :

65Sementara aturan mengenai ambang batas emisi gas buang diatur pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 5 Tahun 2006 ;

emisidan kebisingan suara diatur pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 10 Tahun 2009 :

desibel

7. Mengenai komponen lainnya?

10403233_262975467245357_3997735722112081121_n

komponen variasi

Kelengkapan komponen pendukung diatur dalam PP No 55 Tahun 2012, diantaranya mengenai setang kemudi diatur dalam Pasal 18 :

18Mengenai rem diatur dalam pasal 20 :

20Lampu penanda arah atau sein diatur dalam pasal 25 :

25aLampu rem diatur dalam Pasal 26 :

26Lampu tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) atau plat nomor diatur dalam Pasal 30 :

30Spidometer, spion, klakson, dan spakbor diatur dalam Pasal 36 s/d 40 :

36-38

Sudah jelas kan, batasan modifikasi yang diperbolehkan di mata hukum? Semoga ini menjadi panduan bagi anda yang ingin memodifikasi sepeda motor anda. Selamat berkarya !!šŸ˜€

This entry was posted in SHARE and tagged , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Share : Batasan Modifikasi yang Legal di Mata Hukum ?

  1. Pingback: SHARE : Panduan Modifikasi yang Legal di Mata Hukum – DO & SHARE

  2. robby says:

    min, kalo mengganti headlamp dengan
    headlamp milik motor lain boleh ga?
    apa harus uji tipe juga?
    misal vixion pakai headlamp / lampu
    utama byson

  3. Alin says:

    Spakbor termasuk aksesoris kah?

  4. alfian Mahmud says:

    Min kira kalo modif motor bebek jadi trail dilarang ga min?

  5. Gilang says:

    Klau stang motor beat karbu pakai stang motor fino boleh g?

  6. Heni Wahyuni says:

    Ini materi soal ujian teori sim c :)…trims ya min

  7. Muhammad Imam Safii Nasution says:

    Ini yang gw bingung kemaren tes teori di kasi yang kaya beginian ternyata di atur dalam Undang2 pantesan gw bingung tes nya susah bangat. Thx min….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s