HOWTO : Menentukan Diameter Port yang Ideal, Rumus Sederhana vs. Rumus Kompleks

Menyambung dari artikel sebelumnya, masih terisnpirasi dari statusnya Kang Aong di facebook yang men-share rumus -rumus teori permesinan, saat ini yang dibahas adalah bagimana caranya untuk menentukan ukuran porting yang ideal untuk mendapatkan performa yang terbaik. Mengapa musti ideal? karena jika terlalu besar atau terlalu kecil maka output tenaga jadi tidak merata.

Sebelumnya pernah dicantumkan mengenai rumus sederhana untuk menentukan ukuran port, yaitu :

Diameter Port In = 80% x Diameter Klep In

Diameter Port Out = 80-100% x Diameter Klep Out

Rumus diatas merupakan penyederhanaan dari penghitungan yang lebih rumit, karena hasilnya mayoritas kurang lebih seperti itu. Benarkah?

 

Rumus yang dishare kang Aong untuk menghitung diameter port yang ideal adalah :

Port Dia. = sqrt ((Piston Dia.)2 / Gas Speed x Piston Speed)

Untuk mencari hasil yang diinginkan, lebih mudah jika dihitung satu persatu, dintaranya :

Gas Speed =>   V = (L x N)/30.000 x (D/d)2

L = Stroke / Langkah Piston, satuannya mm
N = Engine speed, satuannya rpm
D = diameter silinder, satuannya mm
d = diameter klep, satuannya mm

Piston Speed => Piston Speed = (2 * stroke * N)/60

Piston speed = kecepatan piston, satuannya m/s.
stroke = langkah piston, dalam satuan meter.
N = putaran mesin saat peak power, satuannya rpm

Sebagai contoh, saya akan memasukkan spesifikasi Thunder 125 standar :

Gas Speed = 81,243 m/s (didapat dari artikel sebelumnya)

Piston Speed = 16,26 m/s (didapat dari artikel sebelumnya)

Diameter piston = 57 mm

Untuk penghitungan satuannya musti disamakan dulu, karena yang dihitung adalah diameter porting dengan ukuran milimeter maka satuan gas speed dan piston speed disesuaikan ke satuan milimetre/second.

Gas Speed = 81,243 m/s  = 81.243 mm/s

Piston Speed = 16,26 m/s  = 16.260 mm/s

Diameter piston = 57 mm

Jadi :

Port Dia. = sqrt ((57)2 / 81243 x 16260)

Port Dia. = 25,50011 mm, atau dibulatkan menjadi 25, 5 mm.

 

Sesuaikah dengan rumus sederhana diatas?

Diameter Port In = 80% x Diameter Klep In

Diameter klep in Thunder 25,5 mm, berarti ukuran posting sama dengan ukuran klep?

Nanti dulu, masih ada rumus sederhana lainnya, yaitu :

Diameter Valve In = 55-57% x Diameter Piston

Jika spesifikasi Thunder dimasukkan kedalam rumus :

Diameter Valve In = 56% x Diameter Piston

Diameter Valve In = 56% x 57 mm = 31,92 mm

Diameter Port In = 80% x 31,92 mm = 25,536 mm, mendekati hasil hitung menggunakan rumus kompleks diatas.

 

Berarti rumus sederhana pada awal post memang sesuai mendekati hasil hitung dari rumus yang lebih kompleks. Selamat mencoba dan buktikan !

Iklan
Pos ini dipublikasikan di HOWTO dan tag , . Tandai permalink.

2 Balasan ke HOWTO : Menentukan Diameter Port yang Ideal, Rumus Sederhana vs. Rumus Kompleks

  1. bilal berkata:

    Mas itu untuk patokan klep in bukannya 50% dari diameter silinder ya ? Kalo minimunnya 50% apa ga terlalu besar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s