HOWTO : Hitung Volume Ruang Bakar Melalui Data Rasio Kompresi

20110930-motorbore_rasio2

Salah satu faktor yang menentukan dalam unjuk performa mesin adalah rasio kompresi. Rasio kompresi adalah perbandingan antara volume ruang saat piston dalam posisi titik mati bawah (tmb) dengan volume ruang saat piston dalam posisi titik mati atas. Dirumuskan sebagai berikut :

Rasio kompresi  = (volume silinder + volume ruang bakar) : volume ruang bakar

Untuk data volume silinder mudah dicari karena datanya ada di brosur, yaitu kapasitas mesin. Tapi, untuk volume ruang bakar tidak dicantumkan, bahkan di buku servis atau manual book sekalipun, padahal data tentang volume ruang bakar kadang diperlukan terutama saat akan upgrade mesin.

Maka dari itu, data tentang volume ruang bakar juga perlu diketahui. Salah satu cara paling akurat adalah dengan menghitung volume ruang bakar menggunakan cairan dan buret, diukur saat piston dalam posisi TMA. Namun cara ini lumayan sulit dilakukan terutama oleh yang awam, karena selain perlu buret juga perlu bongkar head silinder untuk menutup celah ring piston.

Ada cara yang lebih mudah untuk mengukur volume ruang bakar, yaitu dengan mengunakan hitungan rasio kompesi seperti rumus diatas.

Rasio kompresi  = (volume silinder + volume ruang bakar) / volume ruang bakar
Rasio kompresi = (volume silinder / volume ruang bakar) + (volume ruang bakar / volume ruang bakar)
Rasio kompresi= (volume silinder / volume ruang bakar) + 1
volume silinder / volume ruang bakar = rasio kompresi – 1
volume ruang bakar = volume silinder / (rasio kompresi – 1)

volume ruang bakar = volume silinder / (rasio kompresi – 1)

Contoh, untuk Suzuki Thunder 125 volume silindernya 124.5 cc, rasio kompresinya 9.2 : 1, maka volume rung bakarnya :
volume ruang bakar = 124,5 / (9,2 – 1)
volume ruang bakar = 15.18 cc

Untuk membuktikan akurasinya, coba dibalik :
rasio kompresi = (volume silinder + volume ruang bakar) : volume ruang bakar
rasio kompresi = (124.5 + 15.18) : 15.18
rasio kompresi = 9.201 : 1
hasilnya sama, 9.2 : 1

Data tantang volume ruang bakar ini juga bisa dijadikan patokan untuk beragam keperluan, misalnya mencari rasio kompresi setelah mengalami oversize. Contoh jika Thunder 125 mengalami oversize 100, jadi berapa rasio kompresinya?

volume silinder setelah oversize = 3.14 * (5.8/2) * (5.8/2) * (4.88) = 128,86 cc
rasio kompresi setelah oversize = (128.86 + 15.18) : 15.18 = 9.488 : 1
atau dibulatkan menjadi 9.5 : 1

This entry was posted in HOWTO and tagged , . Bookmark the permalink.

3 Responses to HOWTO : Hitung Volume Ruang Bakar Melalui Data Rasio Kompresi

  1. Pingback: SHARE : Lepas Paking, Seberapa Besar Pengaruhnya? | DO & SHARE

  2. Prima says:

    Mau tanya dong gan, itu untuk perhitungan rasio kompresi setelah oversized, angka-angka 3,14 trus 5,8/2 sama 4,88 dari mana gan? Trus oversized itu apa gan?

    Sori ye gan kalo pertanyaan bego, ane anak cupu yang lagi tertarik ama mesin aja soalnya… hehehe…

    • mochyuga says:

      Kalo 3,14 ada di rumus lingkaran, angkanya ga berubah2, tetep segitu. Kalo angka 5,8 itu angka diameter piston, dari 58 mm dikonversi ke cm jadi 5,8 cm. 4,88 dari angka langkah piston 48,8 mm. Angka diameter piston sama langkah piston tergantung motor masing2, misal smash diameter 51 mm & langkahnya 48,8 mm jadi angka yg dimasukin angka 5,1 sama 4,88. atau jupiter diameternya 50mm langkahnya 54mm berarti angka yg dimasukin 5,0 sama 5,4. dst

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s