HOWTO : Menghitung Denda Pajak Kendaraan Sepeda Motor

Membayar pajak kendaraan terutama sepeda motor, mungkin sesuatu yang lumrah bagi mereka yang bayar pajaknya tertib atau sesuai waktunya, tapi bisa jadi horor untuk mereka yang menunggak pajak karena jumlah uang yang harus dibayarkan bisa berkali-kali lipat dari yang seharusnya. Dulu, jumlah biaya yang harus dibayar mungkin agak susah untuk dikira-kira karena besaran denda tidak dijelaskan gamblang, belum lagi jika ditambah “jasa” calo atau biro jasa yang pastinya mencatut biaya tambahan untuk ongkos jasanya, membuat jumlah uang yang harus dikeluarkan jadi lebih banyak lagi. Tapi berbeda dengan sekarang, dengan adanya keterbukaan dan pengawasan dari Tim Saber Pungli maka jumlah uang yang harus dibayar lebih mudah diperkirakan, berikut cara perhitungannya :

1. Biaya Administrasi

Sebelum menghitung denda pajak, perlu diketahui bahwa mulai awal tahun 2017 telah diberlakukan PP RI No 60 Tahun 2016 Tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Polri yang menetapkan tarif baru untuk kegiatan adminsitrasi di lingkungan Samsat. Aturannya sebagai berikut :

Jadi selain menghitung denda, tarif baru ini juga harus masuk hitungan. Biaya ini ditetapkan untuk menghindari pungli, jadi pembayar pajak bisa mengetahui dengan jelas biaya adminsitrasinya, bukan “asal tembak” seperti sebelumnya saat masih ada pungli.

2. Ketahui dahulu besaran PKBnya

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) bukan besaran uang yang kita bayarkan pada saat membayar pajak, karena jumlah uang yang dibayar sudah ditambah dengan asuransi jiwa jasa raharja dan biaya administrasi (dibahas diatas). Untuk langkah awal, pisah-pisahkan dulu angka pokok pajak (PKB), asuransi (SWDKLLJ), biaya administrasi (BIAYA ADM. STNK, BIAYA ADM. TNKB) dan Sanksi Administratif. Silakan lihat contoh berikut :

Dari tabel berikut, diketahui :
PKB = 150.500
SWDKLLJ =35.000
BIAYA ADM. STNK = 25.000
Untuk SWDKLLJ dan BIAYA ADM. STNK biayanya tetap, hanya angka PKB yang berbeda-beda tergantung jenis motor, tahun pembuatan, kapasitas mesin, dll. Makanya setiap pemilik motor harus tahu dulu berapa besar PKBnya, yaitu yang tercantum di STNK masing-masing motor.

3. Telat Pajak Berapa Tahun ?

Mulai ke bahasan utama, pajak anda telat berapa tahun?
Untuk denda keterlambatan pajak, aturannya dihitung per bulan dan naik secara progresif, mulai dari telat 1 bulan dendanya 25% sampai telat 12 bulan dendanya 47%, tiap bulan kenaikannya 2%. Untuk STNK yang terlambat dibayar lebih dari 1 tahun dendanya flat 48%. Contoh :
STNK terlambat 2 bulan, sanksi PKBnya =27% x PKB
STNK terlambat 6 bulan, sanksi PKBnya =33% x PKB
STNK terlambat 2 tahun, sanksi PKBnya = 48% x PKB
STNK terlambat 3 tahun, sanksi PKBnya = 48% x PKB
dst.
Selain PKB, keterlambatan SWDKLLJ juga ada dendanya, untuk sepeda motor dendanya 32.000 per tahun.
Jadi cara menghitungnya adalah hitung dulu jumlah pajak yang harus dibayar, dikalikan dengan berapa tahun terlambat bayar pajak, seperti berikut :

Jumlah = (PKB + sanksi PKB + SWDKLLJ + sanksi SWDKLLJ + BIAYA ADM. STNK) x tahun keterlambatan
atau
Jumlah = (PKB + (48% x PKB) + 35.000 + 32.000 + 25.000) x tahun keterlambatan
atau
Jumlah = (PKB + (0,48 x PKB) + 92.000) x tahun keterlambatan

Berikut contoh penghitungan jumlah pajak jika kena denda keterlambatan :
Diketahui PKB = Rp. 150.500, telat pajak 3 tahun, maka jumlahnya :
Jumlah = (150.500 + (0,48 x 150.500) + 92.000) x 3 tahun
Jumlah = 314.740 x 3 tahun = Rp. 944.220,-

  • Bagaimana kalau telatnya lebih dari 5 tahun?

Cara hitungnya tetap sama seperti diatas, tapi ditambah biaya penerbitan STNK karena STNK harus diperpanjang masa berlakunya, ditambah biaya administrasi TNKB karena harus membuat plat nomot baru, dan biaya penerbitan STCK yaitu untuk proses cek fisik sebagai syarat perpanjangan STNK. Biaya penerbitan STNK sepeda motor 100.000, adminsitrasi TNKB 60.000, dan penerbitan STCK 25.000, jadi totalnya 185.000. Berikut rumus lengkapnya :

Jumlah = (PKB + (0,48 x PKB) + 92.000) x tahun keterlambatan + 185.000

Contoh :
Diketahui PKB = Rp. 150.500, telat pajak 7 tahun, maka jumlahnya :
Jumlah = (150.500 + (0,48 x 150.500) + 92.000) x 7 tahun + 185.000
Jumlah = 314.740 x 7 tahun + 185.000
Jumlah = 2.203.180 + 185.000 = Rp. 2.388.180,-

  • Bagaimana kalau bayar pajak (telat)nya sekalian balik nama?

Untuk proses balik nama, berarti ada tambahan biaya penerbitan BPKB yaitu 225.000. STNK dan TNKB pasti diganti baru juga, jadi sama seperti diatas, ditambah biaya 185.000 jadi totalnya 410.000. Selain itu, ada juga biaya BBNKB (ada di tabel pajak STNK) yaitu 2/3 dari PKB, jadi BBNKB = 0,67 x PKB. Jadi rumus jumlahnya :

Jumlah = (PKB + (0,48 x PKB) + 92.000 + (0,67 x PKB)) x tahun keterlambatan + 410.000

Contoh :
Diketahui PKB = Rp. 150.500, telat pajak 4 tahun dan balik nama, maka jumlahnya :
Jumlah = (150.500 + (0,48 x 150.500) + 92.000 + (0,67 x 150.500)) x 4 tahun + 410.000
Jumlah = 415.073 x 4 tahun + 410.000
Jumlah = 1.660.292 + 410.000 = Rp. 2.070.292,-

  • Bagaimana kalau balik namanya sekalian mutasi?

Jika sepeda motor mau dibalik nama di samsat yang berbeda maka perlu dimutasi, untuk biaya penerbitan surat mutasi sepeda motor yaitu 150.000, jadi biaya balik nama diatas ditambah biaya mutasi, yaitu 410.000 + 150.000 = 560.000. Jadi rumus jumlahnya :

Jumlah = (PKB + (0,48 x PKB) + 92.000 + (0,67 x 150.500)) x tahun keterlambatan + 560.000

Contoh :
Diketahui PKB = Rp. 150.500, telat pajak 4 tahun, balik nama dan mutasi, maka jumlahnya :
Jumlah = (150.500 + (0,48 x 150.500) + 92.000 + (0,67 x 150.500)) x 4 tahun + 560.000
Jumlah = 415.073 x 4 tahun + 560.000
Jumlah = 1.660.292 + 560.000 = Rp. 2.220.292,-

Mudah bukan? Nah, jika sudah tahu berapa jumlah yang harus dibayar tinggal dipersiapkan biayanya sesuai yang sudah dihitung. Tentunya jangan terlalu pas, minimal ada lebihnya untuk biaya fotocopi, map, dan juga untuk beli koran dan nyemil biar ga bete, karena prosesnya biasanya makan waktu setengah hari sampai seharian dari pagi sampai sore hehe..

Iklan
Pos ini dipublikasikan di HOWTO dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s