SHARE : Salah Kaprah Fungsi Part Pendukung Kelistrikan Motor, Harus Diluruskan !

Oprek-oprek kelistrikan, terutama penambahan part kelistrikan aftermarket umumnya dibarengi dengan penambahan part pendukung, diantaranya seperti relay dan kapasitor. Relay umumnya dipasang berbarengan dengan klakson aftermarket atau lampu watt besar, kapasitor umumnya dipasang di accu motor dengan sistem kelistrikan DC yang semuanya bergantung ke accu. Tapi masih banyak yang salah kaprah tentang fungsi part pendukung kelistrikan ini, berikut penjelasannya :

1. Relay

Part ini biasa digunakan untuk mendukung kinerja part kelistrikan yang membutuhkan daya besar, seperti lampu depan dan klakson aftermarket, dengan tambahan relay maka lampu dan klakson non ori ini bisa bekerja maksimal. Tapi bukan berarti relay ini menambah pasokan listrik lho ya! pasokan listriknya hanya dimaksimalkan sesuai kapasitas accu, tidak lebih besar dari kapasitas accu. Cara kerja relay hanya menjadi saklar untuk jalur bypass diluar jalur kelistrikan orinya. Dengan menggunakan relay, tidak perlu memasang saklar tambahan, masih bisa menggunakan saklar ori.

Kenapa pemasangan relay bisa membuat lampu lebih terang dan klakson lebih kencang? karena arusnya diambil dari accu langsung, tanpa terbagi ke part kelistrikan lain seperti cdi, sein, lampu rem, dll. Berikut ilustrasinya :

tanpa relay arusnya terbagi, pakai relay arus tetap besar

Karena fungsinya hanya saklar, jika kondisi accu sedang lemah tetap saja pasokan arus untuk lampu atau klakson tidak maksimal, jadi pasokan arus tidak bertambah dengan dipasangnya relay. Jadi jangan salah lagi ya šŸ˜€

credit : elektronika-dasar.web.id

2. Kapasitor

Kapasitor bisa menjadi part pendukung kelistrikan, seperti yang sudah saya tulis di artikel sebelumnya. Beberapa sepeda motor juga ada yang dilengkapi kapasitor, seperti Suzuki Skywave dan Yamaha New Vixion. Yang jadi salah kaprah, posisi kapasitor seakan dijadikan back-up / pengganti accu yang tekor, seolah-olah kapasitor bisa berfungsi layaknya accu atau baterai. Padahal cara kerja kapasitor tidak sama dengan akumulator, akumulator atau accu bisa menyimpan arus karena bekerja secara kimiawi melalui elemen elektrolit, sementara kapasitor bekerja secara elektrik dengan mempertahankan elektron positif dan negatif pada kutubnya jadi tidak menyimpan listrik secara terus menerus seperti accu. Singkatnya, kapasitor hanya “meratakan” arus yang tidak stabil yang dihasilkan sepul dan kiprok. Saat kondisi accu tekor sehingga pasokan arus listrik hanya mengandalkan dari sepul dan kiprok, part-part kelistrikan yang bergantung pada arus dari accu tidak bisa bekerja maksimal, tapi dengan adanya kapasitor yang menstabilkan arus dari sepul dan kiprok maka part-part kelistrikan tersebut bisa bekerja kembali.
Kapasitor umumnya dipakai juga di perangkat booster kelistrikan atau pengapian aftermarket, karena sesuai fungsinya diatas yaitu kapasitor bisa menstabilkan kelistrikan dan pengapian hingga performanya jadi lebih bagus.

credit : otomotifnet.com

3. Sekring

Sekring, selain yang sudah terpasang dari pabriknya, juga sering ditambahkan di jalur tambahan seperti untuk pemasangan relay dan kapasitor. Fungsi sekring adalah sebagai pengaman jalur kelistrikan. Banyak salah kaprah yang menganggap sekring jadi penghambat arus atau hanya jadi part yang merepotkan karena sering putus dan akhirnya sekringnya dilepas. Padahal jika sekring putus berarti pertanda ada konsleting di jalur kelistrikan, putusnya sekring justru jadi penyelamat karena jika konsletingnya parah malah bisa membakar kabel-kabel bodi. Maka disarankan agar sekring tidak dilepas dan tetap gunakan sekring dengan ampere sesuai ukuran aslinya. Untuk sekring tambahan bisa dihitung berdasarkan spesifikasi part pengganti, misalnya jika menggunakan 2 buah klakson dengan spek 3,5 ampere maka sekring yg dipakai musti lebih besar dari 7 ampere, atau lampu depan dengan spek 60 watt maka arusnya : I = W/V; I = 60 w/12 v = 5 ampere maka sekkring yang dipakai musti lebih besar tapi mendekati 5 ampere, contohnya sekring 10 ampere.

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di SHARE dan tag . Tandai permalink.

3 Balasan ke SHARE : Salah Kaprah Fungsi Part Pendukung Kelistrikan Motor, Harus Diluruskan !

  1. wahyu berkata:

    kang Yuga… pengen tanya boleh??
    motor saya en125 2005,, kiprok br 4bln (punya tiger ktnya), cek spull good condition, tp knp accu 4bln soak ya?
    apa ga cocok kiproknya?
    penggantian kabel body apa dperlukan kang?
    thanks b 4
    wm

    • mochyuga berkata:

      kalo diliat dr cara kerjanya, jelas ga cocok, soalnya tiger fullwave tapi masih 1 phase, sementara thunder udah 3 phase, pasti ada yg diakalin atau ga difungsiin, makanya pengisian jadi tekor. kalo bisa nyari kiprok yg sesuai, selain kiprok ori bisa pake kiprok punya vixion lama

  2. ubed berkata:

    pake kiprok tiger gk masalah n mampu kok. spull yg pasti gk ke pake1. ane dah 3taon pake kiprok tiger.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s