MotoGP : Sang Raja Yang Ingin Merebut Mahkotanya Kembali

Drama. Seri VI MotoGP 2017 dimulai dengan kabar buruk cederanya Valentino Rossi saat latihan motocross, seminggu sebelum dimulainya GP Mugello. Sempat simpang siur mengenai keikutsertaan Rossi di grid start GP Mugello karena kondisinya yang menurut dokter bisa membahayakan dirinya jika dipaksakan, toh akhirnya Rossi memaksakan diri ikut sesi kualifikasi dan berhasil start di posisi ke-2. bagaimana dengan prediksi race sore nanti ?

credit : motogp.com

CATATAN

Valentino Rossi menguasai podium tertinggi terbanyak di sirkuit Mugello, 7 kali berturut-turut dari 2002 hingga 2008. Tapi 2008 jadi tahun terakhirnya meraih mahkota Mugello, tahun-tahun berikutnya ia dijegal berbagai kendala, 2009 diganggu cuaca yang tidak menentu sehingga race dikacaukan perjudian keluar masuk pit untuk mengganti motor seting basah ke seting kering. 2010 dirundung bencana karena Rossi crash saat free practice, tulang kakinya patah dan ia tidak bisa ikut race. 2011-2012 bermasalah dengan Ducati yang tidak cocok dengan riding stylenya, Rossi sulit akur dengan motor asal Italia ini sepanjang musim. 2013 crash lagi di lap 1 karena terdorong Bautista yang sliding di tikungan. 2014 tahunnya Marquez, dimana ia begitu mendominasi sepanjang musim, termasuk di Mugello mampu menenggelamkan Rossi di posisi finish ke 3 di belakang Lorenzo. 2015 giliran Lorenzo yang merebut puncak podium, disusul Ianonne yang menunggangi Ducati, sementara Rossi kembali menempati podium 3. 2016 kesialan kembali menimpa, YZR-M1 tunggangan Rossi ngebul di pertengahan lomba, membuatnya DNF (did not finished). 75% kekalahan Rossi di Mugello disebabkan kendala teknis dan faktor kesialan, hanya 2 musim ia bertarung “normal” melawan para pesaingnya dan berakhir finish podium 3.

credit : motogp.com

2017, semula diramalkan Rossi akan mengalami kesialan lagi karena mengalami cedera cukup fatal sebelum GP Mugello, tapi dengan segenap keyakinan ia bisa ikut sesi kualifikasi dan meraih posisi start ke-2.

ANCAMAN

Hasil kualifikasi menempatkan Maverick Vinales di grid pertama, Valentino Rossi di grid ke-2, dan Andrea Dovizioso di grid ke-3. Vinales yang menempati puncak klasemen tentunya akan berjuang mempertahankan selisih poin dengan kompatriotnya, Pedrosa yang sedang on-fire. Maverick punya mental juara yang kuat, sama seperti Lorenzo, bisa dipastikan ia tidak akan mau mengalah jika harus bertarung dengan rekan setimnya, Rossi, di kandangnya.
Andrea Dovizioso adalah seorang petarung sejati. Beberapa kali ia dirugikan (ditabrak) rider lain, bisa saja membuat ia bertarung sendirian tanpa peduli kondisi para lawannya, termasuk jika harus melawan Rossi yang ingin memperpanjang rekor kemenangannya di Mugello. Dovi juga seorang Italian dan ia menunggangi motor Italia, tentu asa untuk menang di Mugello begitu tinggi, dan bisa dipastikan ia akan bertarung mati-matian untuk merengkuh gelar all-italian di Mugello.

credit : motogp.com

Marquez dan Pedrosa mungkin akan “istirahat” sejenak dari perebutan podium, statistik 5 seri sebelumnya menunjukkan duet Honda ini masih belum konsisten, dan kali ini mereka dikepung Ducati pabrikan dan satelit. Sementara Lorenzo bisa menjadi ancaman, karena terbukti Ducati bisa kencang di sesi latihan bebas dan kualifikasi.

HARAPAN

Rossi yang masih dalam masa penyembuhan pasca cedera, bisa jadi akan memanfaatkan energi para pendukungnya yang menyemuti tribun sirkuit Mugello untuk memompa semangatnya merebut kembali puncak podium di GP Italia. Tercatat Rossi pernah bertarung habis-habisan pasca cedera 2010, di GP Belanda yang menjadi debut pasca absen 4 seri karena cedera patah kaki di Mugello, Rossi nyaris menapaki podium ke-3 andai saja Stoner tidak menyalipnya secara agresif di tikungan terakhir. Jadi cedera fisik sangat mungkin bisa dilawan motivasi dan obsesi Rossi memenangi seri GP Italia 2017 yang berlangsung pada tanggal 4 Juni.
4 Juni, tanggal 4 bulan 6 atau ditulis 4/6, bisa jadi angka keberuntungan Rossi. 2 angka ini secara ajaib selalu menghiasi naik turun karir Rossi, 46 kemenangan bersama Yamaha sebelum pindah ke Ducati, 46 seri puasa kemenangan selama 2011 hingga pertengahan 2013, tanggal GP Italia yang juga 46 bisa jadi angka keberuntungan Rossi selanjutnya, siapa tahu? Rossi memang percaya tahayul, maka mungkin itu juga yang memotivasi dia untuk melawan rasa sakitnya dan berjuang di sirkuit Mugello. Viva la 46 !

Iklan
Pos ini dipublikasikan di MotoGP dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s