MotoGP : The Kentucky Kid, Champion Who Win Our Heart

MotoGP musim 2006 dimulai. Yamaha siap berlaga dengan kepercayaan diri tinggi karena memiliki rider terbaik saat itu, juara dunia 2005 Valentino Rossi dan Colin Edwards yang merupakan lulusan terbaik dari ajang World Superbike. Ducati merajut impian mengalahkan pabrikan Jepang dengan menguasai sesi tes IRTA. Sementara Honda yang gagal pada musim 2004-2005 dan kehilangan rider senior Max Biaggi dan Sete Gibernau mengambil strategi yang beresiko, memberikan kesempatan yang sama bagi semua ridernya yang berada di tim pabrikan maupun satelit, karena faktanya di musim sebelumnya duo rider tim satelit Movistar Honda, Sete Gibernau dan Marco Melandri yang mampu memberikan perlawanan pada Valentino Rossi.

Seri pertama di Jerez Spanyol, Loris Capirossi yang menunggangi Ducati GP6 jadi yang tercepat, disusul rookie Dani Pedrosa yang baru bergabung ke tim Repsol Honda setelah sebelumnya juara dunia GP 250 tahun 2005 . Nicky Hayden finish ke-3, sementara Rossi harus puas finish di posisi 14 setelah disundul Toni Elias di lap pertama.

Seri II di Losail Qatar, Rossi kembali ke podium tertinggi di depan Nicky Hayden. YZR-M1 yang kalah cepat dibanding GP6 Capirossi dan RC212V Hayden dan Stoner digiring sang maestro melakukan slipstreaming.  Seri III di Istambul Turki giliran Honda yang digdaya, tapi aktor utamanya rider tim satelit Fortuna Honda dan Honda LCR, Melandri dan Stoner yang berbagi podium 1 dan 2, sementara Hayden di podium 3. Seri IV di Shanghai China kembali Honda menguasai podium lewat Dani Pedrosa dan Nicky Hayden, membuat Hayden memimpin perolehan poin sementara dengan 72 poin, meninggalkan Rossi yang baru mengumpulkan 40 poin di posisi ke 6 karena DNF di GP China, isunya Rossi disibukkan dengan riset Yamaha yang ingin cepat-cepat membangun M1 800 cc untuk musim 2007. Prestasi Rossi yang naik turun lagi-lagi menguntungkan Honda, seri V di Le Mans Prancis kembali Rossi DNF. Hayden yang masih memimpin klasemen sementara finish di posisi ke-5, poinnya didekati Melandri yang finish pertama di Le Mans, hanya terpaut 4 poin.

Seri VI Mugello Italia menyajikan pertarungan klasik dengan kembalinya para senior di barisan depan. Rossi menjejaki puncak podium, sementara Hayden harus puas finish ke-3 dan poin klasemen pun diimbangi Capirossi yang finish ke-2 di Mugello dengan sama-sama 99 poin. Seri VII Catalunya Spanyol, Hayden kembali memimpin poin klasemen setelah finish ke-2 dibelakang Rossi, sementara unggulan lainnya bergelimpangan akibat insiden senggolan Gibernau dengan Capirossi sesaat setelah start. Tuas rem GP6 Gibernau tertekan saat bersenggolan, membuat dia jumpalitan dan menyeret 5-6 rider ke gravel. Insiden ini membuahkan aturan pemasangan handguard di setang bagian kanan untuk melindungi tuas rem.

Seri VIII di Assen Belanda jadi momentum kebangkitan Hayden dengan menjejaki podium tertinggi. Namun kemenangannya dianggap hoki, karena para rider unggulan absen dan cedera, Rossi sendiri berlaga dengan kondisi jari dan kaki kanan retak setelah terjatuh di sesi latihan. Cedera ini juga yang membuat Rossi harus mengalah pada Pedrosa yang menjuarai seri IX Donington Park Inggris. Sayang Hayden pun ikut kena apes, harus finish di posisi ke-7 karena Rc212V yang mengusung sasis dan lengan ayun baru ternyata tidak bisa maksimal di trek ini. Untungnya Hayden masih memimpin klasemen dengan selisih 26 poin dari Pedrosa.

Seri X di Donington Inggris membuktikan stamina Rossi kembali prima dan riset RC212V membaik, dengan kembalinya Rossi di puncak podium dan Hayden di podium ke-3. Honda semakin membaik di seri XI Laguna Seca Amerika, Hayden mengulang prestasi 2005 dengan menjejaki puncak podium di tanah kelahirannya ini. Bagainana dengan Rossi? Sayangnya ia harus menelah pil pahit, ia terjatuh 2 lap sebelum finish, membuat selisih poin dengan Hayden makin jauh, 51 poin.

Seri XII Brno Ceko, meski hanya finish ke-2 tapi Rossi bisa memangkas selisih poin dengan Hayden menjadi 38 poin karena Hayden hanya finish di posisi 9. Di Sepang Malaysia yang jadi gelaran seri XIII selisihnya lebih tipis lagi jadi 26 poin, setelah Rossi bisa finish terdepan sementara Hayden hanya finish di posisi ke-4. Seri XV Rossi semakin menggila dengan menyalip perolehan poin Pedrosa di posisi ke-2 dan memangkas selisih poin dengan Hayden hingga tersisa 12 poin saja, dengan meraih finish ke-2 di Motegi Jepang.

Seri XVI di Estoril Portugal mungkin jadi drama paling menegangkan di musim ini. Strategi Honda yang tidak mematok rider utama yang mesti didukung untuk mencapai posisi tertinggi membuat rider-rider Honda saling bersaing mencuri posisi terdepan, Elias, Stoner, Melandri, dan Pedrosa merasa tidak perlu melakukan team order untuk mendukung Hayden yang paling berpotensi meraih juara dunia 2006. Dan terjadilah, persaingan itu memakan korban, Pedrosa yang ingin melaju ke posisi depan malah terjatuh dan mendorong Hayden ke gravel. Hayden yang pulang dengan tangan hampa harus merelakan puncak klasemen direbut Rossi dengan selisih 8 poin.

Seri terakhir di Valencia Spanyol, Hayden masih berambisi meraih titel juara dunia MotoGP pertamanya. Syaratnya, ia harus finish posisi pertama dan Rossi maksimal finish ke-3. Rossi start dari posisi pertama, sementara Hayden start dari posisi 5. Sayang lap pertama Rossi terseok ke posisi ke-7 karena telat buka gas saat start, tak tahan dan terpacu emosi karena merasa dihalangi Stoner, di lap ke-4 Rossi malah ndlosor! Tapi ia belum menyerah dan melanjutkan balapan dari posisi paling belakang. Hayden yang terkunci di posisi 3 di belakang duo Ducati, Bayliss dan Capirossi, poinnya akan aman jika Rossi tidak bisa menembus posisi 9. Akhirnya Rossi hanya mampu finish di posisi 13. Jatuh bangun perebutan posisi dan poin ahirnya berakhir dengan manis, Selamat untuk Nicholas Patrick Hayden, The Kentucky Kid, 2006 MotoGP World Champion !!

*disarikan dari artikel tabloid MotorPlus edisi April-November 2006

Gelar Juara Dunia MotoGP 2006 milik Nicky Hayden menjadi gelar terakhir yang diraih pembalap asal Amerika yang berlaga di kelas para raja. Pada akhir hayatnya, Hayden sedang menjalani karir sebagai pembalap di ajang World Superbike. Ride on, mate, ride on.

#RideOnKentuckyKid

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di MotoGP dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s