MotoGP : GP Perancis, Auman Macan Tua dan Tikungan Kuncian

credit instragram.com

Bicara MotoGP, tak bisa dilepaskan dari rider paling senior di musim 2017, Valentino Rossi. Rider berusia 38 tahun ini masih bersemangat untuk mengejar titel juara dunia, mengejar kemenangan ke-8 di kelas puncak MotoGP menyamai rekor Giacomo Agostini. GP Perancis jadi bukti paling kuat fighting spirit Rossi masih membara, dengan mengambil resiko melakukan manuver berbahaya yang berakhir dengan crash.

Now or Never. Mungkin itu yang terlintas di pikiran Rossi di 3 lap terakhir GP Le Mans Minggu (21/5) kemarin. Setelah menyalip Johann Zarco di lap 22, Rossi mulai gaspol mengejar Vinales di posisi pertama. Hanya butuh 3 lap untuk mengejar ketertinggalan 0,7 detik dan menyalip di lap 25 lalu balik memimpin 0,4 detik di awal lap 27. Penikmat gelaran MotoGP seakan dibawa flashback ke musim 2008-2009 saat Rossi bertaruh gelar juara dunia dengan mengerahkan seluruh kemampuannya mengiris tipis sudut tikungan, mengerem dekat, dan menyalip indah di tikungan kunci sirkuit Le Mans.

Aksi menyalip Rossi, walau indah, seakan ulangan dari aksinya di tahun-tahun sebelumnya. Rangkaian tikungan 3 dan 4 yang berbentuk chicane (tikungan berbalasan kiri-kanan, disebut juga tikungan “S”) selalu jadi milik Valentino Rossi. Pada gelaran GP Perancis minggu kemarin, Rossi menyalip Johann Zarco dan Maverick Vinales di tikungan yang sama. Trik Rossi melakukan late braking di depan tikungan ke 3 dan masuk dari sisi dalam menutup jalur lawannya yang berada di sisi luar, mengingatkan gaya para legenda MotoGP era Kevin Schwantz dan Mick Doohan yang mengandalkan out-in-out di kedua tikungan kiri kanan, mengabaikan teori balap modern yang cenderung mengorbankan tikungan pertama chicane untuk mendapat jalur yang landai saat keluar dari tikungan selanjutnya, membuat rider bisa buka gas lebih awal saat keluar tikungan. Paling kentara, pertarungan Rossi diatas jok Ducati GP12 melawan Stoner yang memacu Honda RC213V pada GP Le Mans 2012.

racing line klasik vs modern

Lebih jelasnya bisa dilihat di video berikut :

Stoner yang menerapkan teori balap modern dengan slow in – fast out dilawan Rossi dengan gaya bertarung rapat, masuk tikungan ke 3 dengan late braking hingga menutup jalur Stoner saat masuk tikungan. Percobaan pertama, Rossi gagal menutup celah saat keluar dari tikungan 4 karena terlalu out sehingga Stoner masih bisa menyalip Rossi mengandalkan tenaga Honda RC213V yang sudah dipancing jelang tikungan 4. Lap berikutnya masih dengan trik yang sama, kali ini Rossi berhasil menutup jalur Stoner sepanjang jalur menurun menuju tikungan 5. Momentum yang singkat, pembalap hanya masuk gigi 3 sesaat untuk mencegah overture di turunan, lalu kembali turun ke gigi 2 menghadapi tikungan parabolik ke kiri. Rossi memilik kepercayaan diri tinggi di rangkaian tikungan ini, hingga saat ini belum ada pembalap yang bisa mengimbangi gemulai liukan Rossi saat bertarung rapat disitu.

credit motogp.com

Situs motogp.com merangkum sudut-sudut tikungan Le Mans yang difavoritkan sebagai tempat menyalip pada video bertitel Overtaking Hotspots – #FrenchGP. Selain rangkaian tikungan 2-3-4, tikungan 8 yang berbentuk U-turn juga favorit, Rossi pernah mendahului Marquez dan Pedrosa disana dengan teknik late braking. Tikungan 9 yang berbentuk chicane jadi favorit motor yang memiliki akselerasi cepat selepas back straight, disini Pedrosa dan Marquez kerap kali unggul dan menyalip lawannya dengan mengandalkan keseimbangan Honda saat menikung ke kanan lalu banting ke kiri.  Spot terakhir adalah tikungan 13 dan 14, disini Rossi pernah membungkam kecepatan Ducati yang ditunggangi Dovizioso. Rangkaian tikungan ini hanya punya 1 racing line yang sempit, meleset sedikit saja maka waktu tempuh akan melorot jauh, karena akan dihadang kerb dan gravel di ujung tikungan 14 sebelum straight. Harus masuk lebih dulu dengan mengandalkan late braking agar bisa menutup jalur lawan, mengenai teknik ini lagi-lagi Rossi jagonya. Mungkin kemarin Rossi ingin menyalip Vinales di tikungan ini, namun sayang gedubrak duluan..

Iklan
Pos ini dipublikasikan di MotoGP dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s