MotoGP : Johann Zarco, Tampil All Out Demi Masa Depan

credit : motogp.teamtech3.fr

Johann Zarco bisa jadi salah satu rider yang menarik perhatian pada ajang MotoGP 2017. Aksinya pada 5 seri awal benar-benar memukau, tidak pernah lepas dari posisi 5 besar di 4 seri awal bahkan sempat memimpin 6 lap awal di seri pembuka GP Qatar sebelum akhirnya crash, hingga akhirnya finish di podium 2 pada GP Le Mans yang merupakan home race bagi rider asal Perancis ini dan timnya, Monster Yamaha Tech 3.

Jika diperhatikan, Zarco cenderung memilih kompon ban soft untuk meraih keunggulan di lap-lap awal, seakan tidak terlalu mempedulikan hasil akhir apakah ia akan bertahan, mundur perlahan, atau malah crash karena kehabisan grip. Pertaruhan yang luar biasa, karena umumnya rider akan memilih untuk menjalani race dengan posisi finish sebaik mungkin sekalipun kecil kemungkinannya untuk melibas pada giant seperti Valentino Rossi, Marc Marquez, Dani Pedrosa, dan Maverick Vinales (lupakan sejenak Jorge Lorenzo, ia masih berjuang menaklukkan Ducatinya). Trik seperti ini mungkin ampuh di masa lalu, dimana kualitas rider ditentukan hasil akhir posisi klasemen, berapa banyak poin yang diraih seolah menjadi parameter kemampuan dan kematangan rider saat berlaga di ajang MotoGP. Tapi itu dulu, sekarang industri yang lebih berorientasi pada multimedia menuntut semua harus “terlihat”. Pada dasarnya, industri hiburan akan selalu menuntut hal yang sama, pertarungan ketat merebut posisi terbaik. Lihat betapa kamera sirkuit akan selalu menyorot pertarungan di posisi depan. Seketat apapun pertarungan memperebutkan posisi 10 misalnya, porsi sorotan kamera tetap saja lebih sedikit dibandingkan posisi 5 besar. Sebaik apapun seorang Andrea Iannone memacu Suzuki atau Aleix Espargaro membetot gas Aprilia, jika itu masih diluar 5 besar tetap saja porsi penayangannya lebih sedikit.

Inilah kenapa seorang Johan Zarco begitu ngotot memacu YZR-MI Tech 3 Team yang notabene tim satelit, bersaing habis-habisan dengan para rider tim pabrikan. Ibarat romantisme seorang pemuda yang sedang pedekate (pendekatan) pada seorang gadis, ia berusaha untuk “terlihat” sesering mungkin, sebaik mungkin, di depan kamera tentunya. Dengan pilihan ban tipe soft, ia berani fight di lap awal, melawan para rider papan atas yang masih berusaha tahan gas demi posisi aman mengejar poin tinggi untuk kalkulasi hasil akhir, sebagai juara dunia. Posisi Zarco yang merupakan rookie yang baru naik kelas dari Moto2 dan berada dari tim satelit justru mengurangi beban untuk mencari hasil terbaik di akhir musim. Ia tidak ingin memendam momentum sorotan media dimana sebelumnya ia terbaik di kelas Moto2 2015-2016, naik ke kelas MotoGP untuk berada di barisan tengah (mungkin belakang) dan kehilangan sorotan media? It’s a big NO, karena ia akan kehilangan sorotan media lalu terlupakan. Lebih baik pushing hard di posisi depan, sekalipun hasil akhirnya tidak selalu indah tapi media pasti masih menyorotnya, membuat ia tidak kehilangan spotlight di megahnya industri hiburan MotoGP. Ingat, hal ini juga dilakukan Casey Stoner, Jorge Lorenzo, dan Marc Marquez yang langsung mengilap saat debut mereka di kelas MotoGP, dan lihat betapa besar nama mereka dibandingkan seorang Dani Pedrosa hehe..

Maka, saat ini Johann Zarco tengah merintis langkahnya menuju panggung utama MotoGP, meraih perhatian jutaan pasang mata penonton, dan juga sponsor dan pabrikan yang berpotensi menariknya masuk ke tim-tim utama, siapa tahu 2 tahun kedepan ia akan menggantikan Valentino Rossi yang akan pensiun dalam waktu dekat? Kita lihat saja..

Credit : MotoGP Facebook page

Iklan
Pos ini dipublikasikan di MotoGP dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s