SHARE : Review Oli “Sesat” di Suzuki Thunder 125

img_20161115_130155-copy

Sesat? ya, sesat.

Kenapa dibilang sesat? karena kebanyakan oli tipe ini bukan oli yang dikhususkan untuk sepeda motor, melainkan untuk kendaraan berat (heavy duty engine) dan mobil penumpang (passenger car). Berdasarkan testimoni penggunanya, oli tipe ini bisa digunakan dalam jangka waktu dan jarak yang lebih lama daripada oli sepeda motor umumnya, itulah kenapa oli “sesat” ini masuk ke kategori long drain interval oil. Lantas, apakah oli-oli yang masuk dalam kategori ini cocok digunakan pada Suzuki Thunder 125?

Sebelumnya perlu diketahui bahwa motor Thunder 125 yang saya jadikan objek percobaan kondisinya masih full standar, hanya kampas kopling yang mengunakan kampas suzuki TS made in japan, dan pada akhir periode pemakaian oli Mobil Delvac sempat ganti karbu satria 120R, lainnya masih standar, kapasitas mesin  belum oversize dan knalpot pun tidak dibobok. Motivasi utama saya mencoba oli tipe ini adalah untuk mengejar interval penggantian oli yang lebih lama, jadi dengan range harga yang sama dengan oli motor diharapkan olinya punya umur pakai lebih panjang, ditambah dengan performa yang tidak jauh beda dengan oli motor. Pada percobaan ini saya tetapkan pilihan oli yang akan dicoba memiliki range harga tidak lebih dari 90 ribu, karena jika lebih dari itu lebih baik coba Motul 3100 atau 5100 hehe..

Pertama kalo tuang oli sesat, ada 2 pilihan oli yang direkomendasikan untuk proses flushing, diantaranya Pertamina Mediteran SX dan Shell Rimula R4X, keduanya ada di range harga 50 ribuan. Diputuskan untuk tuang yang ini :

Rimula R4X

Rimula R4X

Oli ini memiliki spesifikasi SAE 15W-40 API CI-4/SL, Heavy Duty Diesel Engine Oil. Sayangnya, yang terasa justru malah kurang enak jika dibandingkan oli yang dipakai sebelumnya yaitu Total Hi-Perf 4T Sport+ (akan dibahas pada artikel selanjutnya). Oper gigi jadi keras dan power mesin serasa tertahan, tapi kelebihannya panas mesin lebih rendah daripada biasanya. Hingga pemakaian 1200an km akhirnya saya menyerah, oli akhirnya dikuras sambil diukur volumenya, ternyata masih lumayan banyak, nyaris 1 liter, berarti tingkat penguapannya rendah.

Untuk percobaan kedua diputuskan untuk ganti merk oli, pilihannya diantaranya Total Quartz 7000, Mobil Delvac MX, atau Pertamina Fastron Techno yang harganya kisaran 70 ribuan. Pilihan jatuh pada :

Mobil Delvac MX

Mobil Delvac MX

Spesifikasinya serupa dengan R4X, SAE 15W-40 API CI-4/SL, Heavy Duty Motor Oil. Untuk yang satu ini baru terasa enaknya, tarikan ringan dan panas mesin stabil tidak terlalu panas (terbukti saat dibawa semi-offroad ke Gambung Ciwidey), oper gigi lebih enteng walau tak seenteng saat memakai Total, dan power mesin tidak tertahan tapi suara mesin jadi sedikit lebih berisik. Saat ini pemakaian sudah melewati 1700 km dan belum dikuras karena performanya masih enak. Volume oli masih dalam level aman, diintip dari lubang intip oli di blok mesin.

Kesimpulannya, dari 2 oli “sesat” ini ternyata masing-masing punya sisi plus minusnya, jadi jika anda ingin mencoba oli-oli sesat seperti ini pastikan anda tahu kebutuhan mesin sepeda motor anda terlebih dahulu sebelum menentukan oli apa yang akan anda pilih, jangan terjebak dengan testimoni dari orang lain terutama pengguna motor tipe lain karena blum tentu cocok juga, jika sudah menentukan pilihan oli yang akan dipakai maka jangan takut untuk mencoba, you’ll never know until you try it, bro 😀

Bagi rekan-rekan yang sudah mencoba oli merk lain, silakan cantumkan testimoninya di kolom komentar ya

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di SHARE dan tag , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke SHARE : Review Oli “Sesat” di Suzuki Thunder 125

  1. gondes motovlog berkata:

    di motor vixion gimana ya haha , jadi pengen ikutan sesat nih wkwkwk

  2. Ping balik: SHARE : Review Oli yang Cocok Untuk Suzuki Thunder 125 | DO & SHARE

  3. Firmansyah_Hsx Jasenger's berkata:

    Wiw ada yang mencoba tersesat juga neh yak om… Buahahhaa… Kalo petir ane dan hampir 2 taunan pake shell rimula R4X, alhamdulillah selama pake nih oli lantjar djayah… Ga ada kendala slip kopling or keras over gigi, nih oli emang baru berasa Lebih powerfull diatas 700km. Dan biasa long drain di interval 5000- 6000 km.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s