SHARE : Komparasi H4 LED 2 Sisi vs. H4 Bulb 55/60W

komparasi halogen - led

Lampu sepeda motor adalah salah satu perangkat penting untuk keselamatan berkendara. Lampu dengan penerangan yang cukup membuat berkendara menjadi aman dan nyaman. Belakangan lampu model LED seakan menjadi standar baru untuk penerangan, seperti yang diterapkan beberapa motor keluaran terbaru. Untuk motor yang masih menggunakan lampu model bohlam, produsen aftermarket berlomba menawarkan alternatif lampu model LED yang mudah dipasang alias Plug n Play (PnP), namun hal ini menimbulkan pro & kontra, karena reflektor yang didesain untuk bohlam bulb ternyata membuat bohlam LED jadi menyilaukan, menyebabkan pengendara lawan arah “buta sesaat”. Benarkah bohlam LED menyilaukan? berikut komparasinya :

3

Lampu low / pendek

5

Lampu high / jauh / tembak

H4 LED high

H4 LED high

H4 halogen high

H4 halogen high

Videonya bisa dilihat disini :

Komparasi dilakukan seobjektif mungkin dengan menggunakan reflektor yang sama, yaitu reflektor lampu old Vixion. Bohlam LED terlihat kebiruan dan lebih tajam cahayanya, jika dilihat terlalu lama bisa membuat mata pegal/lelah. Bohlam halogen memang terlihat lebih terang dan menyebar, tapi tidak membuat mata lelah. Cahaya yang terlalu tajam seperti bohlam LED bisa mengganggu pengendara dari lawan arah. Jika dilihat pancaran cahayanya, lampu jauh bohlam LED juga punya titik fokus yang lebih tinggi daripada bohlam halogen, yang membuat cahaya lampu menyorot ke pandangan pengendara lawan arah.

20160629

Lampu jauh H4 LED lebih tinggi (gambar kanan atas)

Merujuk ke undang-undang, UU Lalu Lintas No 22 Tahun 2009 Pasal 58  menyatakan :
Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di jalan dilarang memasang perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas.
dengan penjelasan : Yang dimaksud dengan “perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas” adalah pemasangan peralatan, perlengkapan, atau benda lain pada Kendaraan yang dapat membahayakan keselamatan lalu lintas, antara lain pemasangan bumper tanduk dan lampu menyilaukan.

dan penindakan untuk pelanggaran diatas tercantum pada pasal 279 yang menyatakan :
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di jalan yang dipasangi perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Jadi, bohlam LED yang cenderung menyilaukan bisa membuat anda ditilang karena dianggap membahayakan keselamatan lalu lintas, dengan denda kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak 500 ribu. Maka pilih-pilih dahulu sebelum memutuskan untuk berpindah ke bohlam LED, demi kenyamanan dan keselamatan bersama 🙂

6

Iklan
Pos ini dipublikasikan di SHARE dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s