SHARE : Tekanan Kompresi, Lebih Penting Daripada Rasio Kompresi!

spesifikasi-yamaha-new-vixion-fuel-injection-2013

Pernahkah anda membaca spesifikasi teknis suatu sepeda motor untuk “menebak” unjuk performa motor tersebut? Sebagian besar mungkin sudah paham, kapasitas mesin, rasio kompresi, rasio bore stroke, angka peak power dan peak torque, dan lain-lain. Namun tahukah anda bahwa ada satu informasi yang lebih penting untuk diketahui jika ingin menakar kemampuan mesin tersebut?

Jika ditemui dua mesin dengan spesifikasi yang nyaris sama persis, angka rasio kompresi biasanya dijadikan patokan untuk memilih salah satu mesin, angka rasio kompresi yang tinggi dianggap bisa jadi patokan bahwa mesin tersebut punya performa yang lebih baik, padahal belum tentu, karena angka tersebut hanya kompresi statis, bukan kompresi dinamis (baca artikel Cara Menghitung Rasio Kompresi Dinamis), terbukti dengan banyaknya motor yang punya rasio kompresi tinggi tapi masih diperbolehkan memakai bahan bakar oktan rendah. Namun menghitung angka rasio kompresi dinamis tidaklah mudah, karena kita perlu tahu timing buka tutup klep sementara informasi itu hanya ada di manual book untuk mekanik, bukan informasi umum. Tapi masih ada satu lagi patokan yang bisa dihitung dari informasi yang ada, yaitu angka tekanan kompresi.

Tekanan kompresi sebetulnya bisa dihitung langsung menggunakan alat khusus compression tester, tapi selain itu bisa juga dilakukan dengan cara menghitung dengan rumus, yaitu :

BMEP = (HP x 13000) /(L x rpm)

dimana,
BMEP = Brake Mean Effective Pressure (tekanan efektif rata-rata)
HP = tenaga kuda maksimal yang dihasilkan mesin
L = kapasitas mesin dalam satuan liter
rpm = putaran mesin saat didapat tenaga maksimal mesin

Angka HP, L dan rpm bisa kita dapatkan di brosur spek kendaraan, contoh untuk spesifikasi standar Yamaha New Vixion :

wpid-spesifikasi-resmi-yamaha-new-v-ixion-lightning-spek-1-jpg1Volume silinder : 149,8 cc
Daya maksimum : 16,59 PS / 8500 rpm

Volume silinder dikonversi ke satuan liter jadi 149,8 /1000 = 0,1498 liter, daya maksimum dikonversi ke HP jadi 16,59 x 0,986 = 16,35 HP, maka

BMEP = (16,35 x 13000) / (0,1498 x 8500) = 166,93 PSI

Patokan tekanan kompresi yang baik untuk motor harian adalah 9 – 12 kg/cm2 . Untuk 1 PSI = 0,07 kg/cm2  maka

BMEP = 166,93 PSI x 0,07 = 11,73 kg/cm2

Angka tekanan kompresi New Vixion cukup bagus untuk ukuran motor standar, karena mendekati angka maksimal dari rentan 9 – 12 kg/cm2 . Angka tekanan kompresi ini bisa djadikan patokan untuk mengukur efektifitas tekanan kompresi mesin, sekaligus juga dijadikan patokan dasar untuk mengukur tekanan kompresi menggunakan compression tester, jika angka yang ditunjukkan jauh dibawah angka yang dihitung menggunakan rumus maka kemungkinan kompresi mesin sudah menurun, bisa disebabkan ring piston yang sudah aus, klep yang sudah bocor, atau paking kepala silinder yang sudah rembes.

Rumus ini juga bisa digunakan untuk menghitung spesifikasi motor lainnya, tinggal masukkan angka spek kendaraan anda ke rumus diatas, selamat mencoba!

Iklan
Pos ini dipublikasikan di SHARE dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s