SHARE : Modifikasi yang Melanggar Pasal 277 UU No 22 Tahun 2009

pasal227 uu no22 th2009

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya mengenai Bedah Pasal 277 UU No 22 Tahun 2009. Pada artikel sebelumnya sudah disimpulkan bahwa modifikasi yang dapat melanggar pasal 277 adalah modifikasi yang tidak memiliki sertifikat uji tipe untuk modifikasi dimensi, mesin, dan kemampuan daya angkut. Berikut contoh modifikasi-modifikasi tersebut:

1. Modifikasi dimensi berupa pemanjangan dan pemendekkan chassis dengan merubah jarak sumbu dan konstruksi kendaraan

Definisi jarak sumbu pada kendaraan sepeda motor (kendaraan roda 2) dicantumkan dalam Penjelasan PP No 55 Tahun 2012 Pasal 54 Ayat (2) :

sumbu

Definisi klasifikasi konstruksi kendaraan dicantumkan dalam PP No 55 Tahun 2012 Pasal 8 :

konstruksi

Contoh modifikasi yang mengubah jarak sumbu dan konstruksi kendaraan :

mengubah jarak sumbu

mengubah jarak sumbu

mengubah konstruksi (menyatu/monokok menjadi terpisah)

mengubah konstruksi (menyatu/monokok menjadi terpisah)

mengubah jarak sumbu dan konstruksi

pemanjangan chassis dengan mengubah jarak sumbu dan konstruksi

 

2. Modifikasi mesin menggunakan merk dan tipe yang berbeda

Penggantian mesin atau dikenal dengan engine swap pada roda dua termasuk pelanggaran pasal 277. Berikut contoh modifikasi mesin menggunakan merk dan tipe yang berbeda :

modifikasi tipe mesin berbeda (Suzuki EN125 menjadi F150)

mengubah mesin Suzuki EN125 menjadi mesin Suzuki F150 (sama merk beda tipe)

Modifikasi merk dan tipe mesin berbeda (Vespa 50 menjadi Suzuki GSX750)

mengubah mesin Vespa 50 menjadi mesin Suzuki GSX750 (beda merk beda tipe)

 

3. Modifikasi daya angkut tanpa menambah sumbu bagian belakang, mengubah jarak dan material sumbu yang tidak sesuai dengan sumbu aslinya, dan ketidak sesuaian dengan daya dukung jalan yang dilalui.

modifikasi daya angkut dengan tidak menambah sumbu belakang dan mengubah jarak sumbu

tidak menambah sumbu belakang dan mengubah jarak sumbu

 

Diluar dari ketentuan tersebut, modifikasi yang dilakukan tidak perlu dilakukan uji tipe! Modifikasi seperti perubahan bodi dan aksesoris bisa dilakukan tanpa perlu takut terkena pasal 277.

Namun modifikasi simpel yang sembrono pun tetap dapat melanggar peraturan lain, mengenai hal ini akan saya bahas pada artikel berikutnya, ditunggu ya😉

This entry was posted in SHARE and tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to SHARE : Modifikasi yang Melanggar Pasal 277 UU No 22 Tahun 2009

  1. Indra Sakti says:

    Pasang toa kena pasal berapa kang

    • mochyuga says:

      Pasal 287 ayat (4), pelanggaran ketentuan penggunaan alat peringatan dengan bunyi dan sinar (sirene, toa, strobo, blitz), pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s