SHARE : Survival Reaction, Handicap Terbesar Dalam Berkendara

keith code

Artikel ini disarikan dari video “A Twist of The Wrist II : The Cornering Bible” karya Keith Code, jadi seluruh kredit dari isi artikel ini ditujukan pada beliau 🙂

Video tersebut secara garis besar menceritakan mengenai penguasaan menaklukan tikungan yang benar dan aman. Diilustrasikan bahwa ada beragam pendapat mengenai cara menaklukkan tikungan berdasarkan pemahaman masing-masing orang yang tentu berbeda-beda. Sebelum memasuki materi mengenai cara-cara menaklukkan tikungan, Keith Code terlebih dahulu menjelaskan mengenai mengapa sering ditemui (atau bahkan dialami) kesulitan dalam mengendalikan sepeda motor, yang pada akhirnya menyebabkan kecelakaan. Ini menarik, karena pengetahuan tentang hal ini sangat  berguna untuk diaplikasikan dalam perilaku berkendara sehari-hari. Keith Code merangkumnya dalam “8 points of Survival Reaction”.

Sebelumnya perlu diketahui, apakah Survival Reaction itu? “Survival Reaction are the ever present barrier to riders reaching their goal“, dengan kata lain Survival Reaction adalah kesalahan reaksi atau perilaku yang menghambat pengendara mencapai tujuan yang diinginkan, dalam hal ini menaklukkan tikungan.

Apa saja 8 poin Survival Reaction itu? berikut penjelasannya :

1. body steering instead of counter steering
Sebelum memasuki tikungan, kesalahan paling awal adalah berusaha menarik motor mengikuti arah tikungan menggunakan badan terutama tangan. Tubuh memerintahkan motor berbelok tanpa mempedulikan pergerakan alamiah motor yang memiliki gaya inersia yaitu benda yang cenderung bergerak akan terus bergerak, dan gaya sentrifugal yaitu benda akan memiliki kecenderungan bergerak lurus, berlawanan dengan arah belok. Jika diperlakukan salah, maka gerakan motor jadi tidak terkendali.

2. chopping the gas from panic in mid-turn
Saat menghadapi tikungan, ada kalanya kita “masuk” terlalu cepat atau salah meramalkan sudut tikungan. Secara refleks, tangan akan menutup gas dengan harapan motor tidak meluncur, tapi hal ini malah akan memperparah keadaan, apalagi pada motor yang memiliki torsi besar, bisa-bisa roda belakang terkunci dan terjadi high-side (motor berbalik arah kemiringannya dan melempar pengendaranya ke arah berlawanan disebabkan gaya sentrifugal).

3. counter-leaning against the angle of the bike
Menghadapi situasi seperti diatas, kebiasan buruk yang sering dilakukan adalah meng-counter posisi badan terhadap kemiringan motor, misalnya motor miring ke kiri, badan cenderung tegak ke kanan. Hal ini malah semakin memperparah kondisi jika terjadi pengereman mendadak atau menutup gas tiba-tiba. Potensi terjadinya high-side semakin besar.

4. tightening on the handlebar when the bike is unstable and running wide
Saat motor kehilangan kendali di tikungan, refleks panik biasanya malah memaksa tangan untuk mengendalikan setang dengan salah, menggenggam erat setang dengan harapan bisa mengendalikan motor, malah membuat motor makin kehilangan keseimbangan karena arah gerakan motor “dilawan” tangan.

5. running wide and panic, not looking trough the turn, visual-panic
Saat kondisi motor tidak bisa dikendalikan dan motor mulai melebar di tikungan, kesalahan fatal jika pandangan mata malah melihat ke arah kemana motor akan menabrak, motor melebar berarti motor melaju ke arah yang tidak kita inginkan bukan?

6. target locks to very thing we don’t want to hit
Kelanjutan dari poin diatas, karena pandangan mata mengarah ke tujuan yang tidak ingin kita tuju, maka dengan sendirinya motor malah mengarah kesitu, ke arah yang sebetulnya tidak ingin kita lalui atau tabrak. Secara refleks, kita malah mengunci target yang tidak ingin (tapi akan) kita tabrak. Selanjutnya, dengan pandangan yang sudah mengarah pada objek yang tidak kita inginkan, secara tidak sadar kita mengarahkan motor ke objek tersebut, karena itu satu-satunya hal yang kita lihat.

7. frozen on the bar because of panic
Kombinasi dari beberapa poin diatas, pandangan mata yang hanya terfokus pada objek yang akan kita tabrak membuat kita hanya berusaha keras berusaha untuk tidak menabrak objek itu tapi motor mengarah lurus saja karena tangan sudah kaku untuk menahan (biasanya mengerem) agar tidak menabrak objek, tanpa ada usaha untuk menghindarinya tanpa menabrak.

8. counters and brakes in panic
Dalam waktu sepersekian detik, refleks tubuh hanya menyisakan perintah untuk menegakkan motor dan mengerem sebelum menabrak objek. Meng-counter dan mengerem secara tiba-tiba, sangat memungkinkan memperparah keadaan, motor jadi tidak terkendali.

Itulah beberapa kesalahan yang akan dialami rider saat salah memasuki tikungan. Hal ini harus dipahami dan diresapi agar tidak terulang terus-menerus dan menimbulkan kecelakaan.

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Selanjutnya akan saya jelaskan pada artikel berikutnya, ciaoo🙂

This entry was posted in SHARE and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s