SHARE : Mudik, Tunggu Jalanan Lengang atau Tunggu Fisik Siap?

mudik_fajar

Mudik merupakan tradisi tahunan di negara ini yang terjadi setiap perayaan Hari Raya Idul Fitri. Ribuan orang bergerak dari ibukota atau kota-kota besar menuju kampung halaman mereka menggunakan beragam kendaraan sehingga sering ditemui kmeacetan di jalan karena volume kendaraan meningkat dalam waktu yang singkat. Stasiun TVpun seakan “berebut” melaporkan kondisi kepadatan di ruas jalan tertentu. Sepintas memang informasi tersebut bermanfaat bagi pemudik, namun dari sudut pandang saya pribadi ternyata justru malah menyesatkan. Lho?

Sesat yang saya maksud disini bukan berati mereka melaporkan sesuatu yang tidak sesuai kenyataan, atau melaporkan hal yang salah, tapi acara seperti itu akan menimbulkan mindset yang salah di kalangan para pemudik. Mereka lebih takut terkena macet daripada memperhatikan kondisi fisik sendiri.

Sedikit bercerita tentang kejadian nyata yang saya alami, dimana beberapa tetangga saya kebanyakan berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur (saya tinggal di Jawa Barat). Tiap tahun mereka mudik ke kampung halamannya, kadang mereka mudik saat mendekati hari Idul Fitri, tapi kadang mereka mudik jauh-jauh hari sebelum Idul Fitri. Sebelum berangkat mudik saya selalu iseng bertanya :

Saya : “Mudik sekarang mas?
Tetangga : “iya nih, mumpung belum macet mas.

Disaat lain saat mendekati Idul Fitri tapi mereka belum berangkat mudik :

Saya : “Belum mudik mas?
Tetangga ; “Nanti aja mas, di jalan masih macet katanya.

Dialog ini sering terulang hampir tiap menjelang mudik. Yang membuat saya heran adalah apakah mereka menentukan waktu keberangkatan mudik berpatokan pada kondisi jalan, atau berpatokan pada kondisi fisik?

Karena tiap kali mudik selalu saja ada berita mengenai kecelakaan, dan kebanyakan kecelakaan itu terjadi karena kelalaian, entah itu karena ngantuk, ngebut, barang bawaan terjatuh sehingga mengganggu konsentrasi, dan lain-lain. Selain itu, saat jalan kosong mereka cenderung melajukan kendaraan dalam kecepatan tinggi dan seakan-akan terburu-buru. Hal ini juga pernah saya tanyakan ke tetangga saya :

Saya : “Mas, emang bener ya kalo di Pantura itu pada ngebut bawa motornya?
Tetangga : “Ya ga cuma motor mas, semua juga ngebut, daripada keburu kena macet lagi.
Saya : “Lho, jadi ngebutnya itu bukan buru-buru?
Tetangga : “buru-buru si engga, kan sebelum berangkat udah perhitungan dulu jam berapa kira-kira nyampenya. tapi kalo kena macet kan pasti molor waktunya.
Saya : “Ooh, jadi takut kena macet ya mas, bukan buru-buru?
Tetangga : “Iya mas. kadang kalo lagi cape juga terus aja mumpung lancar jalannya.
Saya : “Lho bukannya bahaya mas kalo bawa motor sambil ngantuk atau cape gitu?
Tetangga : “yaah daripada kena macet, dipaksain aja mas, nanti kalo macet baru istirahat hehe

Hmm, informasi yang cukup berguna karena saya sendiri tidak pernah mudik jauh. Tapi berdasarkan pengalaman tetangga saya itu katanya kebanyakan yang mudik ya seperti itu mindsetnya, ditambah dengan fakta bahwa mayoritas kecelakaan saat arus mudik justru terjadi di jalan yang lengang dan disebabkan kecepatan tinggi, ditambah lagi info dari posko-posko mudik yang menyatakan bahwa jika jalur lancar/sepi jarang sekali yang mampir ke posko, posko hanya ramai dengan pemudik yang istirahat jika sedang macet saja.

Dari fakta tersebut saya memiliki kesimpulan bahwa kemungkinan besar kecelakaan yang terjadi saat arus mudik disebabkan keengganan mereka menuruti kondisi badan mereka yang letih, ngantuk, dsb dan memaksakan untuk tetap jalan, bukan karena terburu-buru tapi karena takut terjebak macet. Padahal, dalam teori safety riding dan safety driving yang benar, saat anda berkendara kondisi badan anda harus dalam kondisi fit dan fokus. Memang betul jika macet sebaiknya istirahat saja, tapi saat tidak macetpun jika badan memang sudah letih dan ngantuk harus istirahat juga.

Sebagai perbandingan, ini contoh tanya jawab di Yahoo Answers :

Penanya : “Saya beru pertama kali ini mudik pake motor dari jakarta ke Jogja. Sebaiknya berangkat jam berapa?

Penjawab 1 : “berangkat abis subuh aja mas, biar ga kena macet di daerah A

Penjawab 2 : “berangkat sore aja, di daerah A atau daerah B pasti macet, kalo malem2 kena macet kan ga gerah

Penjawab 3 : “berangkat sore aja mas biar ga gerah di jalan

Penjawab 4 : “ga ada patokan bagusnya berangkat kapan bro, yang penting sebelum berangkat pastikan kondisi fisik anda sedang dalam kondisi fit dan tidak bukan jam ngantuk anda. Jika anda terbiasa bergadang maka boleh saja melakukan perjalanan malam hari, tapi kalo jarang bergadang sebaiknya jangan berangkat malam. Kalo kena macet atau gerah udah resiko perjalanan jauh, sempatkan istirahat & anda juga boleh membatalkan puasa jika tidak kuat dengan cuaca panas, karena anda dalam kondisi perjalanan jauh, asal jangan lupa nanti dibayar utang puasanya hehe

Menurut anda, mana jawaban yang benar ?šŸ™‚

This entry was posted in SHARE and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to SHARE : Mudik, Tunggu Jalanan Lengang atau Tunggu Fisik Siap?

  1. agoey says:

    Jalan lengang dan fisik siap… Yang pas..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s