SHARE : Bedah si Baong (Part I), Membalik Semua Sugesti “Racing” Untuk Dongkrak Performa

031120143161

Si “Baong”, Thunder 125 tahun 2004

Motor ini mungkin sudah tidak asing bagi sebagian Thunder-lovers, terutama yang sering aktif di berbagai forum yang membahas mengenai Suzuki Thunder 125. Sebagai salah satu “artis” forum, banyak sekali gosip-gosip yang menyertainya, salah satunya adalah mengenai performa si Baong (sebutan yang diberikan oleh ownernya) yang konon mampu mengimbangi motor lain yang memiliki kapasitas mesin diatasnya. Masa sih?

Beruntung, beberapa hari yang lalu owner Baong sempat menitipkan motornya di rumah saya. Kebetulan owner Baong ini memang rekan setongkrongan saya hehe.. Nah mumpung motornya ada di rumah, saatnya di”bedah” (sstt, saya belum minta izin ke ownernya lho hihi..)

Secara fisik, motor ini sudah mengalami modifikasi yang merujuk ke pakem neo cafe racer, tampilan bodi ala cafe racer namun dilengkapi dengan komponen roda yang kekar. Area mesin sudah mengalami upgrade hingga 157 cc dengan mengaplikasi piston Honda Tiger OS 50 (64 mm). Secara kasat mata, ubahan lain di area mesin hanya aplikasi karbu “sejuta umat” Keihin PE28 dan knalpot custom. Itu saja?

Keihin PE28

Keihin PE28

Knalpot custom model megaphone

Knalpot custom model megaphone

Ya, itu saja. Saat dibedah, tidak ada penampakan CDI atau koil aftermarket, bahkan kabel busi pun masih standar.

Koil standar

Koil standar

Otak pengapian TCI standar

Otak pengapian TCI standar

Kabel busi standar

Kabel busi standar

So, apa yang menjadi faktor penentu dari performa si Baong yang fenomenal? Tak lain adalah kejelian mekanik meracik porting dan noken-as yang sesuai dengan karakter mesin dan ubahan yang telah dilakukan, ingat bahwa noken-as adalah salah satu elemen utama yang menentukan performa mesin 4 tak (baca artikel 8-Stroke). Noken as ini juga merupakan special order dimana sang owner ingin agar dinamo starter standar tetap bisa berfungsi normal meskipun mesin sudah mengalami bore-up, jadi meskipun rasio kompresi statis naik tapi kemungkinan besar rasio kompresi dinamisnya masih tetap (baca artikel rasio kompresi dinamis).

Tak lengkap rasanya bila membahas motor tanpa disertai test ridešŸ™‚ Meskipun sebelumnya sudah mencoba test ride, untuk kali ini test ride saya lakukan dengan melalui rute yang memang biasa saya lewati, yaitu berkeliling di sekitar area rumah yang kondisi jalannya naik turun, maklum rumah saya berada di kaki gunungšŸ™‚ Dengan rute yang sudah familiar, saya bisa membandingkan dengan kendaraan harian saya yaitu Redjagur si Thunder 125 merah yang mesinnya masih standar dan Yami si Scorpio yang mesinnya juga masih standar.

Hasil test ride si Baong, ternyata motor ini memang cukup istimewa. Untuk putaran bawah, lonjakan tenaganya memang tidak meledak-ledak, malah hampir mirip Thunder 125 standar, tapi saat masuk ke putaran mesin menengah di sekitar 4000-7000 rpm (perkiraan, maklum si Baong tidak memasang takometer) baru terasa tenaganya terasa padat dan bertambah seiring naiknya rpm, rasanya malah mengingatkan saya dengan si Yami, meskipun mungkin tenaganya tidak sebesar Yami tapi karakternya mirip, tenaga padat berisi seiring putaran gas, ditambah suara knalpot custom yang semakin membahama tapi tetap merdu di telinga (performance-lovers, tentunya). Dengan karakter seperti itu, tentu tak perlu pelintir gas hingga redline untuk memancing tenaga yang besar, itulah makanya otak pengapian pun tidak memakai part aftermarket yang fitur utamanya adalah “unlimiter”, karena CDI standar pun sudah mencukupi kebutuhan mesin yang sudah diupgrade tersebut. Bahkan di satu kesempatan, sang owner pernah bilang, “ada untungnya pake CDI standar, jadi ngingetin buat pindah gigi terutama kalo lagi asik ngejar motor lain”šŸ˜€

Kesimpulannya, dengan perencanaan yang matang maka ubahan mesin bisa menghasilkan performa maksimal tanpa perlu doping part-part “racing”, karena pada dasarnya part-part tersebut hanya part pendukung yang harus sesuai dengan spesifikasi mesin. Budget pun bisa ditekan karena tidak perlu beli part-part “racing” tersebut.

This entry was posted in SHARE and tagged , . Bookmark the permalink.

10 Responses to SHARE : Bedah si Baong (Part I), Membalik Semua Sugesti “Racing” Untuk Dongkrak Performa

  1. macantua says:

    wah si baong kandangna dmn ieu???

  2. sutandar says:

    Hoyong dikieukeun…
    Bengkelna dmana kang.. Abdi di pasteur..
    Nuhun…

  3. taufik says:

    Om admint sya mw tanyak sesuatu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s