HOWTO : Hitung Simpangan Angka Speedometer Setelah Ganti Roda

Belakangan ini marak sekali sharing mengenai topspeed sepeda motor di media-media sosial,mulai dari motor-motor premium terbaru hingga motor lama dan motor kapasitas kecil pun tak mau kalah. Tak jarang, motor-motor lama dan yang memiliki kapasitas mesin kecil bisa memiliki pencapaian topspeed yang menakjubkan, mengimbangi motor-motor baru yang kapasitas mesinnya lebih besar. Koq bisa begitu ya?

Perlu diketahui bahwa motor-motor lama masih menggunakan speedometer tipe analog, artinya komponen-komponen pendukungnya masih digerakkan secara mekanis. Speedomoter seperti ini umumnya memiliki simpangan yang cukup besar, seperti yang dirilis di situs Saft7.com tentang pengujian simpangan angka speedometer terhadap GPS, rata-rata simpangannya mulai dari 10-15%, sementara speedometer digital simpangannya lebih kecil, berkisar 5-10%. Namun bukan hanya itu, modifikasi pada roda pun bisa membuat simpangan speedometer makin besar lho…

Sensor speedometer yang diletakkan di area roda ataupun gear menghitung kecepatan melingkar (angular speed) yang diterjemahkan menjad kecepatan linear, berikut ilustrasinya :

velg besar

velg besar

Bisa dilihat bahwa jarak yang terukur di speedometer adalah lingkar luar roda yang menapak ke aspal. Apa yang terjadi jika roda diganti?

velg kecil

velg kecil

Jarak A dan B sama,  sudut tapak roda jadi lebih besar, jadi angka yang terbaca speedometer juga jadi lebih besar / cepat. Seberapa besar perbedaannya?

Pertama, ukur jari-jari lingkaran roda dahulu,

jari-jari = 1/2 diameter ditambah tinggi ban

r = [1/2 * (diameter velg * 25.4)] + [lebar ban * tinggi ban / 100]

misalnya, diameter velg 18 inch, ban yang dipakai 90/90-18, berarti lebar ban 90  dan tinggi ban 90, jadi
r = [1/2 * (18 * 25.4)] + [90 * 90 / 100] = 228.6 + 81 = 309.6 mm = 0.309 m
Keliling rodanya adalah
k = 2 π r
k = 2 * 3.14 *  0.309 = 1.940 m

Bila roda diubah menjadi 17 inch dengan ban 110/70-17, maka
r = [1/2 * (17 * 25.4)] + [110 * 70 / 100] = 215.9 + 77 = 292.9 mm = 0.292 m
k = 2 * 3.14 *  0.292 = 1.833 m

Jadi simpangan sudut saat diameter roda diubah adalah

simpangan = (keliling roda standar – keliling roda ubahan) /  keliling roda standar * 100%

simpangan = (1.940 – 1.833) / 1.940 * 100%
simpangan = 5.51 %

Jadi jika setelah roda diubah speedomoternya menunjukkan 50 km/jam, kecepatan sebenarnya adalah

v real = v speedometer – (simpangan * v speedometer)

v real = 50 – (5.83% * 50) = 50 – 2.75 = 47.25 km/jam

Contoh lain, jika velg 18 inch dipasangi ban 110/80-18, maka
r = [1/2 * (18 * 25.4)] + [110 * 80 / 100] = 228.6 + 88 = 316.6 mm = 0.316 m
k = 2 * 3.14 *  0.316 = 1.988 m
simpangan = (1.940 – 1.988) / 1.940 * 100% = – 5.4 %
v real = 50 – (-5.4% * 50) = 50 – (-2.7) = 52.7 km/jam

Jadi kesimpulannya:

1. Jika diameter roda diperkecil, maka speedometer menunjukkan angka yang lebih cepat dari kecepatan sebenarnya

2. Jika diameter roda diperbesar, maka speedometer menunjukkan angka yang lebih lambat dari kecepatan sebenarnya

This entry was posted in HOWTO and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s