SHARE : Benarkah Mesin Bore-up Bisa Lebih Irit Dari Mesin Standar ?

Beberapa waktu yang lalu, saya membaca suatu artikel dalam sebuah tabloid yang membahas mengenai perbandingan konsumsi bahan bakar antara mesin yang masih standar dengan mesin yang sudah di-upgrade dengan cara meningkatkan kapasitas mesin yaitu bore-up. Herannya, motor yang sudah di-upgrade justru bisa lebih irit dari mesin standar, lho koq bisa? Pada artikel tersebut dijelaskan bahwa mesin yang sudah di-upgrade memiliki tenaga yang lebih besar, jadi tidak perlu pelintir gas lebih dalam untuk menghasilkan tenaga yang sama dengan mesin standar, artinya meng”hemat” putaran mesin (rpm).

Dengan berbekal rasa penasaran akhirnya saya coba iseng untuk membuktikan hasil tersebut menggunakan sudut pandang teori. Perlu dicatat bahwa angka-angka yang saya gunakan di perhitungan berikut sebagian adalah fiktif (karena saya tidak punya alat ujinya) tapi diusahakan rasionya mendekati kondisi sebenarnya. Berikut penjelasannya :

Diketahui :

1. Mesin berkapasitas besar memiliki tenaga yang lebih besar dari mesin standar, tapi;
2. Mesin berkapasitas besar lebih “haus” dari mesin standar, artinya konsumsi bahan bakar juga lebih banyak
Contoh : Mesin yang sudah di-upgrade (150 cc) memiliki spesifikasi tenaga 13 DK @ 8500 rpm. Mesin standar (125 cc) memiliki spesifikasi 11,5 DK @ 9000 rpm

Dicari :

Konsumsi bahan bakar dari masing-masing mesin dalam kondisi sesetara mungkin.
Contoh : kondisi yang dicari adalah pada saat kedua mesin sama-sama menghasilkan 11,5 DK

Ditanyakan :

Prediksi konsumsi bahan bakar dari masing-masing mesin

Jawab :

Untuk mensetarakan kedua mesin, maka perlu dicari dulu kondisi penyetaraan dari mesin yang sudah di-upgrade. Kondisi yang dicari adalah pada saat mesin menghasilkan tenaga 11,5 DK. Anggap saja grafik tenaga mesin berupa garis progresif linear (tenaga berbanding lurus dengan rpm) :

13 DK / 8500 rpm = 11,5 DK / X rpm
X = (11,5 / 13) * 8500 = 7519 rpm

jadi spesifikasinya adalah 11,5 DK @ 7519 rpm
(sesuai dengan kesimpulan bahwa mesin yang sudah di-upgrade memiliki tenaga yang lebih besar pada rpm yang sama, atau dengan kata lain tenaga yang sama bisa didapat di rpm yang lebih rendah)

Diasumsikan bahwa mesin standar (125 cc) konsumsi bahan bakarnya 0,09 ml @ 1500 rpm (cara menghitungnya bisa dilihat di artikel ini), sementara mesin yang sudah di-upgrade sedikit lebih boros, 0,10 ml @ 1500 rpm. Maka konsumsi bahan bakarnya :

mesin standar = 0,09 * (9000/1500) * 60 = 32,400 ml / menit

mesin upgrade = 0,10 * (7519/1500) * 60 = 30,076 ml / menit

disini bisa dilihat bahwa pada kondisi yang setara konsumsi bahan bakarnya memang lebih iritšŸ˜€

Kesimpulannya, mesin bore-up memang bisa lebih irit dari mesin standar, dengan catatan pengendara bisa menjaga rpm mesin lebih rendah karena tenaga yang besar bisa didapat di rpm yang lebih rendah.

*pada kenyataannya? susah bro, pasti pengen betot gas terus buat “menikmati” tenaga mesin yang udah nambah haha~~

sdfvsdc

This entry was posted in SHARE and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to SHARE : Benarkah Mesin Bore-up Bisa Lebih Irit Dari Mesin Standar ?

  1. Pingback: HOWTO : Hitung Konsumsi Bahan Bakar (Uji Statis) – DO & SHARE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s