HOWTO : Ingin 20 DK, Apa Saja yang Harus Diubah?

Judul diatas hanya perumpamaan saja🙂

Dalam mengupgrade kemampuan mesin tentu kita harus memiliki target yang ingin dicapai, entah itu dari sisi pencapaian daya kuda atau waktu tempuh lebih cepat dalam mencapai jarak tertentu. Untuk pencapaian waktu tempuh lebih cepat tentu harus didukung dengan mesin bertenaga besar juga, maka dari itu saya coba untuk mensimulasikan tata cara upgrade tenaga dihitung berdasarkan teori yang sudah ada. Langsung masuk ke contoh saja ya, agar gambarannya lebih jelas.

Contoh :
Suzuki Thunder 125 dengan kondisi standar mampu menelurkan tenaga 11,5 PS atau 11,3 DK. Target output tenaga setelah upgrade adalah 20 DK. Bore-up yang ingin dilakukan adalah bore-up menggunakan piston Honda Tiger berukuran 63,5 mm.
Bagaimana spesifikasi ubahan di bagian lainnya? Berikut beberapa simulasinya :

1. Upgrade otak pengapian

CDI maupun TCI standar Thunder 125 memiliki limiter di kisaran 10.000-11.000 rpm, hal tersebut untuk menghindarkan resiko mesin jebol karena putaran mesin yang terlalu tinggi yang bisa mengakibatkan klep menabrak piston. Untuk mengetahui batas aman sebenernya berdasarkan spesifikasi mesin, bisa dilakukan dengan menggunakan rumusan piston speed, sebagai berikut:

Piston Speed = (2 * stroke * rpm)/60
21 m/s = (2 * stroke * rpm)/60
rpm = (21 * 60 ) / (2 * stroke)

Untuk Thunder 125 yang memiliki stroke sepanjang 48,8 mm (0,0488 m), maka rev-limiter yang aman adalah:
rpm = (21 * 60 ) / (2 * 0,0488) = 12.909 rpm, bisa dibulatkan menjadi 13.ooo rpm.

Dengan upgrade otak pengapian yang memiliki limiter hingga 13.000 rpm, maka tenaga mesin bisa didongkrak lebih tinggi, karena pada dasarnya makin tinggi putaran mesin maka makin besar tenaga mesin yang dihasilkan, dengan catatan part pendukungnya juga mampu mengimbangi putaran tinggi tersebut, diantaranya adalah spesifikasi per klep, rasio gigi, dan lain-lain. Mengenai timing pengapian, jika spesifikasi noken-as tidak diubah maka timing pengapian disamakan dengan timing pengapian CDI standar, hanya limiternya saja yang dinaikkan.

Uprade sistem pengapian secara keseluruhan juga mampu mengkail torsi mesin lebih besar, karena pengapian yang besar bisa menghasilkan daya ledak yang kuat di dalam ruang pengapian. Gaya dorong piston lebih besar dapat meningkatkan torsi (Torsi = Jarak x Gaya).

2. Mengganti ukuran klep dan porting

Bagian klep dan porting menjadi salah satu penentu output tenaga mesin, selain volume silinder. Semakin besar volume gas bakar yang masuk maka semakin besar juga potensi tenaga yang bisa dihasilkan dari sebuah mesin bakar. Untuk prediksi ukuran klep dan port terdapat rumus sederhana sebagai berikut:

Inlet valve = 55% to 57% x bore
Exhaust valve = 80% x inlet valve
Inlet Port = 80% x Inlet valve
Exhaust Port = 80% to 100% x Exhaust Valve

Dari rumus tersebut maka didapat ukuran yang cocok adalah :
Inlet valve = 56% x 63,5 = 35,58 mm
Exhaust valve = 80% x 35,58 = 28,45 mm
Inlet Port = 80% x 35,58 = 28,45 mm
Exhaust Port = 90% x 28,45 mm = 25,60 mm

Sebagai pembuktian terhadap hasil output tenaganya, maka hasil penghitungan diatas dimasukkan pada rumus berikut :

Power = 0.265 x debit intake x efisiensi
debit intake = 0.785 x port in x port in / 1000000 x 213685.3

Rumus tersebut didapatkan dari kalkulator engine performance dari BRT, dari rumus tersebut maka power dari spesifikasi ukuran port diatas adalah:

debit intake = 0.785 x 28,45 x 28,45 / 1000000 * 213685.3 = 135,77 cfm

dengan asumsi efisiensi mesin sebesar 55% (mesin sepeda motor 4 tak konvensional efisiensinya berkisar antara 50-60%), maka power mesin menjadi:

Power = 0.265 x 135,77 x 0,55 = 19,78 HP

Hasil tersebut mendekati target output tenaga yang dikejar, maka spesifikasi ukuran klep dan port diatas dapat digunakan untuk pendukung ubahan mesin.
Efisiensi mesin bisa ditingkatkan jika mengaplikasi part-part yang meminimalisasi gesekan berlebih, misalnya pelatuk klep dengan roller, bearing dengan spesifikasi gesekan rendah, aplikasi metal duduk yang didukung dengan oli yang sesuai, dan lain-lain.

3. Mengganti karburator

Karburator merupakan salah satu perangkat pendukung kinerja mesin. Untuk menentukan ukuran venturi karburator yang tepat, rumusnya adalah sebagai berikut:

D= K x √ (CxN)

D = diameter venturi karburator, dalam satuan mm
K = Konstanta (nillainya ada di antara 0.6 – 0.9, untuk motor harian disarankan 0.65)
C = kapasitas mesin mesin, dalam satuan liter
N = putaran mesin puncak yang diinginkan, dalam satuan rpm

maka karburator yang tepat untuk spesifikasi mesin tersebut adalah:
D = 0,65 x √ (0,154 x 13000) = 29,08 mm, dibulatkan 29 mm.

4. Spesifikasi Knalpot

Knalpot merupakan bagian pendukung performa mesin sepeda motor. Spesifikasi knalpot yang sesuai dapat dihitung setelah spesifikasi di bagian internal mesin telah didapatkan. Rumus untuk menentukan spesifikasi knalpot adalah sebagai berikut:

Panjang pipa = (850 x (180 + timing buka klep ex) / rpm) – 3
Diameter pipa = 2,1 x √ (vol.silinder / (21 x (850 x (180 + timing buka klep ex) / rpm)))

Dengan spesifikasi timing buka klep ex di 59 derajat, volume silinder 154,46 cc, dan limit rpm 13000 rpm, maka:
Panjang pipa = (850 x (180 + 59) / 13000) – 3 = 12,62 inch = 32,07 cm
Diameter pipa = 2,1 x √ (154,46 / (21 x (850 x (180 + 59) / 13000))) = 1,44 inch = 3,65 cm

Rumus-rumus tersebut dapat dijadikan patokan untuk mencari spesifikasi yang dibutuhkan untuk ubahan pada mesin sepeda motor 4-Tak. Selamat mencoba !

This entry was posted in HOWTO and tagged , , . Bookmark the permalink.

25 Responses to HOWTO : Ingin 20 DK, Apa Saja yang Harus Diubah?

  1. macantua says:

    banyak juga ya…. apalagi duitnya pasti lbh byk hahahaha

  2. fakhrul says:

    kalo cdi thunder 125 pake yang punya shogun badak gmna bro ?? koil juga di ganti ga ??
    nuhun broh

  3. Thundra_men says:

    bro Yuga mo tanya tapi kayana diluar topik, mo tanya soal “arm”, bedanya antara “flat tappet arm” ama “roller rocker arm” itu apa ya? trus kalo old thunder pake yang mana? Lalu kalo new thunder juga pake yang mana? coz ane googling terutama yang new t125 cuma ktemu “rocker arm dengan pegas”, begitu.., tolong infonya ya terutama wat new t125! thx..

    • mochyuga says:

      Perbedaannya di bagian rocker arm yg bersentuhan dengan camshaft, untuk tipe roller bagian yg bersentihan tersebut adalah roller, sementara untul tipe flat tapper bentuknya hanya landasan rata aja. old thunder & new thunder masih pake flat tapper. yang dimaksud pegas disitu merujuk ke per yang ada di rocker arm exhaust

  4. Thundra_men says:

    bro kalo gitu bisa ga somewhat dimodif jadi pake rocker roller arm? ane tanya gne sebenernya wat pegantian oli coz ane diinfoin kalo flat tappet cuma ampe API-SL! kalo bisa buatin aja artikelnya aja bro..lengkap ma gambar2nya..he5..

    • mochyuga says:

      Bisa aja, udah banyak koq yg aplikasi ubahan itu di tiger, megapro, jupiter, dll. yg perlu diperhatikan selain penyesuaian penempatan RRA yaitu musti ada ubahan si profil tonjolan noken as, dibentuk lebih gemuk ga seruncing kalo pake rocker arm biasa. Mengenai artikel, karena saya belum pernah nyoba langsung jadi saya ga berani nerbitin artikel ybs, coba dicari di situs majalah otomotif misalnya di motorplus-online.com, dll

  5. Thundra_men says:

    lah..tapi kok menurut laskar suzuki katanya new thunder dah pake roller rocker arm..?

    • mochyuga says:

      Ok mungkin saya salah, soalnya saya memang belum pernah bongkar EN125HAK, tapi saya masih sangsi kalo new thunder pake RRA, soalnya semua varian mesin EN dan GS di luar negeripun belum ada yang pake RRA

  6. Thundra_men says:

    I2 cara ngitung diameter wat karbu gimane c? d=k.[] i2 lambang kotak apa c? bilanganny gimana?

  7. byrandals says:

    Gan klo pke cdi shogun Itu tonjolan fulser dimagnet dipapas smua ato cuma brp cm aja..? trs klo gk dipapas kira2 ada masalah gk tu gan dg mesinnya.. dan klo mw pake cdi thunder standar lagi kira2 ada pengaruhnya gk gan dg tonjolan magnet yg sudh di papas itu?
    Mhon pencerahannya gan.. Thx..

  8. D'R says:

    Kang kalau melepas Per roker arm efeknya apa?

    • mochyuga says:

      Pastinya bakal bikin berisik, soalnya klep out kan memang musti disetel lebih renggang dr klep in. Selain itu sih ga ada efek samping lainnya. Malah positifnya nyetel klep jd lebih gampang

  9. bilal says:

    mas bukannya diameter klep 50% dari diameter bore. klo misalkan 55%-57% hasil klep selalu besar sehinga gas speed tidak selalu sampai 80%-100%

    • mochyuga says:

      kembali lg ke artikel sebelumnya, angka 55-57% itu sebenernya penyederhanaan dari rumus yg lebih njlimet, jadi bukan patokan pasti harus segitu, tergantung angka stroke, bore, dll jg

  10. deddy says:

    mt sore kang mau tanya knp thunder ku kalo di hidupin sikring yg dkt aki suka panas bahkan samp leleh trs saya cek kiprok jg panas itu kjadian ny tiba2 sblm ny gx prnh ky gini trs 1 lg kalo langsam di kepala slinder bunyi klotok2 tp kalo gas di tarik bunyi ny ilang,,kjadian ny semenjak di ganti karet dumper kopling cuma waktu itu brg lg kosong di saranin pake punya gl pro mksh,,sblm nya

    • mochyuga says:

      kiprok panas sih wajar, tapi kalo sekring meleleh ga wajar, cek baut2 terminal aki mungkin longgar atau kotor. bunyi klotok2 ya mungkin dari karet dumper itu, ga cocok, makanya masih bunyi

  11. guntur says:

    selamat pagi mas, maaf numpang tanya untuk detail perubahan di atas apakah bisa di terapkan di motor thunder standar 125 cc ?, apa saja perubahan yang harus di lakukan/ di kerjakan . terima kasih

  12. nunu gemblong says:

    assalamualaikum om mochyuga..mau tanya klo thunder 125 di boreup pake piston 63 mm..tapi ga ganti boring + ga ganti klep gede cuma ganti karbu pe 28 reameran 30 gmn itu om bisa ga atau ada efek samping ga buat harian ? makasih

  13. nunu gemblong says:

    om mau nanya,,piston klx merek cld hi-dome cocok / bagus ga kalo di pasang di thunder 125,,sedangkan ukuran tinggi dome nya 4,5 mm kira2 nantinya ktinggian ga kompresinya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s