SHARE : Perbedaan Karburator tipe Vakum dan Skep Konvensional, Bukan Hanya Skep Saja !

221220121038

Perkembangan teknologi pada sistem karburasi pada mesin sepeda motor terus berkembang. Pada saat ini ditemui karburator dengan tipe vakum yang merupakan perbaikan dari karburator tipe skep konvensional, dimana pada karburator tipe vakum pergerakan skep bukan berdasarkan tarikan kabel gas tapi berdasarkan kevakuman pada mesin. Hal mendasar ini sebagian besar sudah dipahami oleh para pengguna karbrator vakum, tapi masih ada beberapa bagian pada karburator vakum yang sistem kerjanya berbeda dengan karburator tipe skep konvensional, diantaranya :

1. Setelan angin  (air screw) dan pilot screw (mixture screw)

pada karburator tipe skep konvensional terdapat baut setelan angin, dan orang awam serta mekanik bengkel kecil pun sudah fasih mengotak-atik setelan angin tersebut. Setelan angin atau airscrew berguna untuk mengatur banyak sedikitnya udara yang masuk untuk keperluan langsam /stationer. Jika setelan angin dibuka, maka debit angin yang masuk lebih banyak sehingga campuran gas bakar yang masuk untuk keperluan langsam lebih kering, sementara jika setelan angin ditutup maka debit angin yang masuk ke ruang bakar pun lebih sedikit menyebabkan campuran gas bakar menjadi lebih basah.

Sementara itu, pada karburator tipe vakum tidak ditemui air screw, namun digantikan oleh mixture screw atau disebut juga pilot screw. Pilot screw mengatur bukan hanya udara saja, karena jalur pilot screw didalamnya ada jalur bypass dari lubang pilot jet juga, jadi kondisi ideal tidaknya campuran gas bakar (kering-pas-basah) didapat bukan dari perubahan bukaan pilot screw, tapi penggantian ukuran pilot air-jet pada bagian moncong karbu dan pilot jet. penggantian pilot jet yang berukuran lebih besar akan menyebabkan campuran gas bakar menjadi basah, sementara penggantian piot air-jet dengan yang berukuran lebih besar akan menyebabkan campuran gas bakar menjadi kering, begitu pula sebaliknya. Pilot screw berfungsi hanya sebagai “keran” saja, entah itu campuran pas atau tidak pas (karena penggantian ukuran pilot jet dan pilot air-jet), pilot screw hanya mengatur banyak sedikitnya debit gas bakar yang masuk ke dalam silinder.

Maka dari itu ditemui perbedaan dalam patokan standar setelan bukaan air screw dan pilot srew. Pada karbu tipe skep konvensional, bukaan air screw biasanya diatur antara 1 – 2 putaran. Sementara itu pada karburator tipe vakum bukaan pilot screw biasanya dipatok antara 2,5 putaran keatas.

2. Sistem pengatur stationer / langsam

Pengaturan putaran mesin terendah yang dianjurkan saat kondisi throttle tidak dibuka biasanya diatur sistem pengatur stationer pada karburator. Pada karburator tipe skep konvensional, pengatur langsam ini membuka atau mengangkat botol skep hingga ketinggian tertentu dan mengizinkan udara tertarik dari luar ke dalam silinder. Celah bukaan skep ini yang membuat mesin dapat hidup dan berputar pada putaran mesin tertentu, tergantung dari besar kecilnya celah diantara skep dan lubang venturi, besar kecilnya celah ini diatur oleh mekanisme pengatur langsam.

Sementara itu, pada karburator tipe vakum sulit untuk mengplikasikan sistem yang sama karena naik turunnya skep sepenuhnya mengikuti kevakuman pada mesin, sementara jalur venturi tertutup olelh mekanisme katup gas, jika katup gas dalam posusu tertutup penuh maka sebesar apapun isapan dari mesin skep tidak akan terangkat karena isapan mesin tidak sampai pada area skep. Maka dari itu mekanisme pengatur langsam pada karburator tipe vakum mengatur bukaan katup gas pada lubang venturi, caranya dengan membuka sedikit katup sehingga isapan mesin bisa sampai pada bagian skep dan menyebabkan skep bisa terangkat dan putaran mesin naik hingga sesuai kebutuhan.

3. Sistem choke

Pada karburator tipe konvensional, tuas choke membuka jalur bypass dari pilot jet atau dari bak karbu ke venturi. Dengan bertambahnya volume bensin yang masuk ke dalam silinder maka sistem pengapian akan lebih mudah memantik api dan menimbulkan pembakaran yang terjadi di dalam silinder saat kondisi mesin masih dingin, jika suhu mesin sudah mendekati ideal maka tuas choke bisa ditutup dan putaran mesin bisa normal lagi karena pembakaran atau ledakan kompresi dibantu pemantulan suhu di dalam silinder.

Pada karburator tipe vakum, sistem chokenya bukan untuk menambah volume bensin, tapi mempercepat skep naik agar putaran mesin bisa naik dan mesin tidak cepat mati. Jalur bypass yang diatur tuas choke jalurnya dari venturi menuju ke ruang vakum di bagian atas skep karburator, saat tuas choke dibuka maka isapan dari dalam silinder menarik udara yang ada di ruang vakum dan menyebabkan skep bisa terangkat meskipun katup gas masih tertutup. Dengan itu maka putaran mesin bisa naik karena skep terbuka atau terangkat. Makanya akan jadi percuma jika saat tuas choke dibuka gas juga dibuka, mesin akan semakin sulit hidup karena skep akan terbuka lebar tapi gas bakar jadi semakin kering, sementara untuk memudahkan menghidupkan mesin saat kondisi mesin dingindibutuhkan campuran gas bakar yang basah.

Dari perbedaan sistem choke tersebut, maka kondisi dan perilaku mesin pun berbeda saat tuas choke diaktifkan. Pada karbu tipe konvensional saat tuas choke dibuka maka putaran mesin naik perlahan cenderung brebet, tapi pada karbu tipe vakum saat tuas choke dibuka putaran mesin langsung naik dan akan terus naik jika mesin sudah mulai panas, tpi jarang ditemui gejala brebet, jika sampai brebet berarti setelan pilot screw belum pas sesuai kebutuhan.

Selain yang disebutkan diatas, selebihnya sistemnya sama saja, pilot jet berfungsi untuk mengatur volume bensin yang masuk ke dalam mesin pada saat putaran mesin rendah, jarum skep dan nozzle mengatur volume udara pada putaran mesin menengah, dan main jet berfungsi untuk mengatur volume bensin pada putaran mesin tinggi. Fitur accelerator pump, air-cut valve, throttle position sensor, dan lain-lain hanyalah merupakan penyempurna kinerja karburator agar lebih efisien dalam mensuplay gas bakar untuk kebutuhan mesin.

This entry was posted in SHARE and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s