TIPS : Sambil Menghitung Gas Speed, 2-3 Pulau Terlampaui

Lho koq?!

Hehehe sengaja mencantumkan pantun di judul artikel karena kenyataanya memang demikian. “Pulau” apa saja yang dilampaui saat menghitung gas speed?

Yang pertama adalah, tentang pemilihan ukuran piston yang cocok saat akan mengubah piston dengan yang berukuran lebih besar, atau istilahnya bore-up. Yang kedua, tentang pemilihan ukuran klep yang akan diaplikasikan untuk mendukung ubahan di area kepala silinder, jadi bukan semata-mata diberi ukuran klep terbesar yang bisa dijejalkan ke kepala silinder tanpa dasar teori yang bisa dipertanggung jawabkan hehe

Yang ketiga, adalah ukuran panjang langkah piston yang ideal jika kita ingin melakukan ubahan stroke-up. Dan yang terakhir, kesempatan untuk “mengintip” performa sebuah motor dan membandingkannya dengan motor kita jika berpatokan pada gas speed dari kedua motor tersebut.

Bagaimana rumus menghitung gas speed?

Beruntung seorang blogger yang juga wartawan tabloid MotorPlus yaitu Kang Aong mau berbagi rumus untuk menghitung gas speed, disertai patokan dari Mas Ibnu Sambodo dari Manual Tech yang pernah bilang bahwa supaya menghasilkan power maksimal, gas speed atau kecepatan gas bakar di lubang porting ada di kisaran 80-100 meter/detik.

Rumusnya adalah :

V = (L x N)/30.000 x (D/d)2

L = Stroke / Langkah Piston, satuannya mm
N = Engine speed, satuannya rpm
D = diameter silinder, satuannya mm
d = diameter klep, satuannya mm

Langsung praktek dengan memasukkan spesifikasi Thunder 125 standar,

L = 48,8 mm
N = 10.000 rpm
D = 57 mm
d = 25,5 mm (isap) dan 22,5 mm (buang), karena yang dihitung gas speed di porting in, berarti yang digunakan adalah diameter klep isap

Maka,

V = (48,8 x 10.000)/30.000 x (57/25,5)2

V = 16,26 x 4,99 = 81,243 meter/detik

Hmm, nilai gas speednya ternyata cukup maksimal karena berada diantara range 80-100 meter/detik, seperti yang diungkapkan mas Ibnu Sambodo.

Nah, dari rumus ini juga bisa dihitung, berapa besaran gas speed jika kita ingin mengubah spesifikasi motor kita, contohnya yang sekarang booming di kalangan pengguna thunder adalah bore-up menggunakan piston Honda Tiger. Jika piston standar diganti menjadi piston Honda Tiger, berapa perubahan gas speednya?

D = 63,5 mm; maka,

V = (48,8 x 10.000)/30.000 x (63,5/25,5)2

V = 16,26 x 6,20 = 100,829 meter/detik

Wow, lebih besar dari nilai patokan mas Ibnu Sambodo. Baguskah? Belum tentu, jika tidak diimbangi dengan ubahan di bagian lainnya seperti porting dan penggantian karbu maka tidak akan maksimal performanya.

Contoh kedua, jika kita ingin mengganti klep dengan yang berukuran lebih besar, maka bisa diprediksi besaran gas speednya jiak dibandingkan dengan klep standar. Contohnya jika ingin memasang klep Honda Sonic untuk Thunder 125 :

d = 28mm; maka,

V = (48,8 x 10.000)/30.000 x (57/28)2

V = 16,26 x 4,14 = 67,383 meter/detik

Besaran gas speed menurun jika dibandingkan dengan klep standar.

Kesimpulannya, besar diameter piston berbanding lurus dengan besar gas speed tapi besar diameter klep berbanding terbalik dengan besar gas speed, artinya semakin besar ukuran piston yang digunakan bisa membuat nilai gas speed semakin besar, tapi semakin besar klep yang diaplikasi malah bisa menurunkan nilai gas speed. Kombinasi yang ideal adalah jika ingin mengganti piston sebaiknya diimbangi dengan ubahan klep, begitupun dengan penggantian klep sebisa mungkin diimbangi dengan penggantian piston, agar nilai gas speed tetap seimbang di batasan 80-100 m/s tadi.

This entry was posted in TIPS and tagged , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to TIPS : Sambil Menghitung Gas Speed, 2-3 Pulau Terlampaui

  1. Pingback: HOWTO : Menentukan Diameter Port yang Ideal, Rumus Sederhana vs. Rumus Kompleks « DO & SHARE

  2. vidias says:

    mas klo DOHC dual klep gimana mas?

    • mochyuga says:

      kurang lebih sama, tapi untuk mencari diameter klep yg aktual harus dicari dulu pendekatannya, rumusnya :

      diameter klep aktual = akar dari (luas klep in x 2) / 3,14

      misal, satria FU klep innya 22mm 2 buah, berarti diameter klep aktualnya :

      d = akar dari ((3,14 x 22 x 22) x 2) / 3,14
      d = akar dari (1519,76 x 2) / 3,14
      d = akar dari 3039,52 / 3,14
      d = akar dari 968
      d = 31,11 mm, atau dibulatkan 31 mm

      jadi diameter klep FU jika disatukan menjadi 31 mm, nilai 31 mm inilah yang nantinya dimasukkan ke rumus di artikel saya diatas. Selebihnya sama saja menghitungnya

      • Fariza monster says:

        Cba cba menghitung orisinil klep mio didapat hsl nya 29,69bner gk ini mass ..tks

  3. Fariza monster says:

    Yg di maksd gass sped 10.000 rpm itu dpat dri mna ,,apa yg di mksd ntu daya maxsimum 11,5p$/9500rpm.
    Klo mio sporty thun 2010 berapa gass speed nya

    • mochyuga says:

      Klep mio kan innya 21mm mas. Untuk angka rpm ada di keterangan brosur, mio sporty daya maksimumnya 8,9 ps/ 8000 rpm, angka tsb yang dimasukin ke rumus

      V = (57.9 * 8000 / 30000) * (50 / 21)↑2 = 87.53 m/s

  4. Fariza monster says:

    Wah Mksih mas,klo ada tips buat mio bore up 58 mio harian share tips nya mass..skli lgi mksh mga ini artikel bermanfaat buat smua..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s