SHARE : Penyebab Sebenarnya Dari “Ambles”nya Scorpio?

Masalah amblesnya Scorpio sudah bukan rahasia lagi. Sepeda motor yang menggunakan monoshock dan sistem monocross ini saat dikendarai tidak segagah saat distandar tengah/standar dua, karena bodi belakang motor ini jadi rendah saat diduduki pengendara, apalagi jika berboncengan. Hmm, terlihat kurang gagah memang, karena jika dilihat dari belakang tampilannya seperti motor bebek, pendek. Padahal dengan monoshock diharapkan tampilan motor menjadi sporty, dan sporty itu identik dengan nungging. BTW, saat ini Si Kalajengking sudah nangkring di rumah saya, dengan begitu berarti ada kesempatan untuk mengkulik motor ini lebih dalam, terutama mengenai masalah terbesar Scorpio yaitu ambles hehe..

Pihak Yamaha sendiri sudah memberi pernyataan resmi mengena masalah amblesnya Scorpio ini, diantaranya yg tercantum di blognya kang Taufik (tmcblog.com) yaitu http://tmcblog.com/2010/09/18/tangga…ang-scorpio-z/, yang malah cenderung “menyalahkan” beberapa pihak seperti para anggota klub dan peturing yg biasa menggunakan boks di bagian belakang motor. Di beberapa kesempatan juga ada yg menyebutkan bahwa karakter Scorpio yang cenderung peturing memang didesain bergaya cruiser, yang artinya bagian depan memang didesain lebih tinggi daripada bagian belakang, beda dengan Byson yang grand-desainnya bertipe streetfighter.

Tapi, kenapa kasus ambles ini terjadi di semua motor, bahkan yang tidak menggunakan boks sekalipun termasuk motor saya? Itulah yang memancing rasa penasaran saya untuk mengkulik konstruksi Scorpio ini. Hasil “investigasi” saya diantaranya adalah :

1. Desain bodi buntut Scorpio ini memang cenderung flat, bahkan jika motor diposisikan pada standar tengah posisi bodi dan behel belakang masih lebih rendah daripada tangki. Belum lagi diperkuat dengan desain bodi yang menyambung dari tengah hingga ujung belakang, meskipun garis desainnya modern tapi lebar bodi yang rata dari tengah ke belakang membuat bagian ini terlihat “gemuk”.

foto diambil dari google, keliatan kalo sebagian bodi tengah udah “menelan” ban

Bodi yg gemuk ini memperparah penglihatan karena bodi ini sebagian “menelan” ban jika dilihat dari samping. Padahal sepintas desain bodi seperti ini mirip ninja R koq, cuman karena desain bodi ninja R terpisah antara cover aki & bodi belakang dan buntut belakang juga sejajar dengan tangki, makanya Scorpio keliatan “kalah sporty”. Desain bodi ini sudah tidak lagi diaplikasi di new scorpio-Z, yang sekarang sudah menggunakan bodi yang “terpisah” antara cover tengah dengan cover belakang.

2. Desain rangka Scorpio tidak ada yang salah. Ya, saya mengakui hal ini setelah menganalisa rangka Scorpio saya dan membandingkannya dengan foto rangka Scorpio dan gambar ilustrasi grafis rangka Scorpio tersebut. Yang saya analisa adalah sudut kemiringan dan posisi lekukan-lekukan pipa rangka, semuanya sama dengan foto dan ilustrasi yang ada. Tapi mengapa bodi belakang Scorpio saya masih ambles juga? Ternyata bukan rangkanya yang salah, tapi bodinya. Jika bodi belakang dibongkar, akan terlihat bahwa garis tepi fender belakang dan bodi samping posisinya jauh dibawah pipa rangka, bisa dilihat juga dari cekungan kolong fender yang dalam sekali jika dibandingkan sisi tepi samping fender.

garis merah = rangka, garis biru = fender/spakbor

Jika dilihat dari belakang pun, posisi lampu rem yang besar seakan “menelan” sebagian fender belakang dan reflektor merah yang menempel di bagian atas fender, artinya posisi lampu pun masih lebih rendah daripada ujung pipa rangka. Selain itu, posisi dudukan behel pun masih sejajar ujung rangka, jika dibandingkan dengan rangka motor sport lain seperti Thunder dan Tiger, posisi dudukan behel dan bodi belakang lebih tinggi beberapa cm daripada rangka, sehingga posisi ujung belakang bodi tidak sejajar dengan rangka, maka terlihat bodi belakang bisa terlihat sejajar dengan tangki sekalipun rangka belakang rendah. Berbeda dengan Scorpio yang sekalipun rangkanya tinggi tapi dudukan behel, bodi belakang dan lampu menempel pada ujung rangka sehingga bodinya pun turun dan tidak sejajar dengan tangki, hal ini makin memperparah penglihatan mata terhadap posisi bodi belakang pada tangki dan ban belakang, sehingga bodi belakang terlihat turun padahal posisi rangka masih jauh diatas ban.

3. Monoshock dan monocross Scorpio juga tidak salah. Rebound shock tidak turun terlalu banyak, karena sebelumnya pun posisi bodi sudah turun jadi “ambles”nya itu bukan dari shock yang terlalu empuk. Malah peredaman shock belakang termasuk nyaman untuk semi off-road ataupun menikung cepat sekalipun, jika shock terlalu empuk justru tidak enak saat menikung karena cenderung mengayun. Untuk desain monocross pun sepertinya juga sudah diperhitungkan betul, buktinya jika meleset menentukan posisi dudukan baut conrod di swingarm malah membuat peredaman shock jadi terasa keras sekali atau mungkin malah menjadi terlalu empuk. Dari beberapa pengalaman rekan-rekan yang sudah mengganti conrod dan relay arm, beberapa menilai bahwa peredaman shock memang menjadi lebih keras, itu juga bukti bahwa desain monocross bawaan Yamaha juga tidak salah.

4. Desain fender belakangpun terlalu turun dan terlalu lebar jika dilihat dari samping. Fungsinya untuk menahan cipratan dari ban memang bagus, tapi penampilan tersebut justru makin mengurangi aura sporty dari Scorpio. Jika desain fender diubah dengan model gantung seperti Byson mungkin akan terlihat lebih baik.

5. Desain jok juga cenderung rata. Meskipun garis tepi samping bawah jok (yang bertemu dengan bodi samping) meninggi, tapi garis atas jok cenderung rata karena bagian depan jok tebal sementara bagian belakang jok tipis, undakannya pun hampir tidak terlihat. Salah satu syarat agar buntut terlihat “nungging” adalah jika posisi duduk rider terlihat lebih rendah dari ujung belakang jok dan ujung tertinggi bodi belakang. Lebih baik bagian depan jok dipapas hingga terbentuk lengkungan seperti jok Thunder atau Tiger.

Jadi kesimpulannya, menurut saya yang ambles adalah BODInya, bukan shocknya🙂

Pendapat anda? feel free to comment, share, ataupun kritik, monggo…

NB : beberapa foto perbandingan antara Scorpio dan “Si Jagur”, Thunder 125 saya yang sudah dimodifikasi.

Scorpio masing menggunakan swing arm custom, buntut terlihat “nungging”

Setelah menggunakan swing arm ori, buntut jadi sejajar dengan buntut si “Jagur”

This entry was posted in SHARE and tagged , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to SHARE : Penyebab Sebenarnya Dari “Ambles”nya Scorpio?

  1. touringrider says:

    emang, klo salah memodifikasi conrod akan terasa keras atau malah terlalu lembut. untuk punya saya sekarang terasa keras reboundnya. btw, pemakaian velg 17″ juga bisa membantu motor terlihat lebih gagah. pemakain lampu stop vega, dengan menghilangkan sein yang mentol di kanan dan kirinya juga bisa membantu. kemudian, ketebalan busa di depan juga bisa dikurangi, hanya kenyamanan akan berkurang.

    • mochyuga says:

      itulah makanya sampe sekarang saya belum berani ganti conrod, biarin ceper ceper deh hihihih
      rencanya sih mau papas busa jok dulu aja, sambil nyari bodi pengganti yg kaya bodi ori yg “dilipet” bagian bawahnya, katanya sih ada yg jual, kalo engga ya custom sendiri hehe

  2. cacu says:

    brarti yg hrs d rubah adlh dudukan lampu blakangnya yg br ad d bwh rangka blkng menjadi d ats rangka jd posisi pendr blkng jd ikut naik jg

    • mochyuga says:

      yap, teknik “bodi-lift” namanya masbro hehe
      tapi tetep musti ada bagian yg diubah di bagian rangka, yaitu dudukan baut spakbor & kunci jok sama dudukan behel belakang musti “diangkat” juga hehe

      • ses says:

        ada cara modif conrod ori dak gan, di potong ato di tambah, mw beli conrod yg bkn ori takut patah,, †ђąηk ўσυ

  3. cacu says:

    betul tu kang, sy udh aplikasikn k scorpio sy, cm g tau gmana cr unggah fotonya ntar d bilang hoax lg, tp hsl nya mantap kang handling ma reboun shock g brubah dh

  4. ses says:

    minta ft nya gan

  5. gayuh cahya says:

    Ijin share ke grup ya om

  6. Saya mau bertanya.jika sdah menggunakan armcustom tetap juga berboncengan amblas apa yang harus diperhatikan. ? Terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s