TIPS : Bersahabat Dengan Si “Roda Empat”

Pengendara sepeda motor merupakan media terkecil di jalan raya. Pengendara speda motor harus berbagi dengan pengendara mobil, bus, truk dan-lain-lain. Sebagai media terkecil, seringkali pengendara motor memanfaatkan celah-celah antar kendaraan lain untuk

1. Gunakan lampu sein sebelum berpindah lajur

Sering terjadi sepeda motor selap-selip diantara mobil, terutama saat lalu-lintas padat. Sebenarnya untuk keamanan sebaiknya sepeda motor selalu di lajur kiri, namun pada kenyataanya lajur kiri tidak selamanya steril untuk sepeda motor, diantaranya adanya kendaraan umum yang menaik turunkan penumpang atau ngetem, adanya parkir liar, adanya pedagang kaki lima yang menutupi jalan, dan lain-lain, maka biasanya pengendara sepeda motor akan berpindah jalur ke kanan atau masuk ke lajur mobil. Sekalipun hanya berpindah sesaat (lalu kembali ke lajur kiri) sebaiknya selalu gunakan lampu sein sebelum berpindah lajur. Hal ini akan memberi peringatan bagi pengendara mobil di belakang untuk memberi kesempatan pengendara sepeda motor berpindah lajur. Bagi pengendara motor, selain menggunakan lampu sein pastikan anda melirik spion sebelum berpundah lajur dan tidak berpindah lajur secara tiba-tiba. Hal tersebut berlaku di jalan arteri yang memisahkan lajur lambat dan cepat, dan berlaku juga di jalan umum dan jalan kecil.

2. Mengalah sebelum berputar arah

Saat pengendara motor akan berputar arah sebelumnya akan berpindah lajur dari kiri ke kanan. Sebelum berpindah lajur, lakukan tips pertama diatas. Lalu, saat akan berputar arah, nyalakan sein dan pastikan anda memelankan dulu kendaraan anda, jika di jalan kecil tanpa pembatas, sebisa mungkin jangan diam dan berhenti terlalu lama karena resiko tertabrak dari belakang besar sekali. Jika di jalan besar atau berpembatas tengah, anda bisa berhenti di tempat yang aman dengan posisi yang aman sebelum berputar arah. Saat akan berputar, pastikan kondisi lalu lintas dari arah berlawanan mengetahui posisi anda, jika kendaraan dari arah lain sudah melambat silakan berputar arah dan bermanuverlah sesempit mungkin, jangan berputar lalu langsung ke jalur kiri karena bisa tertabrak motor atau kendaraan lain di lajur kiri yang terhalang/blind spot.

3. Gunakan kode-kode yang dimengerti pengendara roda empat

Pengendara sepeda motor dan pengendara mobil berada pada lingkungan yang berbeda, pengendara motor berada ada area terbuka sementara pengendara mobil ada dalam area tertutup yaitu kabin mobil. Maka, beberapa sinyal atau kode yang didengar atau dimengerti pengendara bisa berbeda, contohnya pengendara motor akan mendengar suara klakson dengan jelas, sementara pengendara mobil tidak terlalu jelas, apalagi jika seluruh kaca mobil dalam keadaan tertutup. Makanya, pengendara mobil biasanya menggunakan lampu dim (tembak) untuk “berkomunikasi” dengan pengendara lainnya. Jadi, pengendara sepeda motor sebaiknya juga menggunakan kode tersebut jika akan bersinggungan dengan pengendara mobil, contohnya saat akan menyalip mobil dari kanan gunakan dim atau mainkan switch lampu dekat-jauh hingga mobil sedikit bergerak ke kiri, artinya ia sudah memberi jalan untuk kita agar bisa menyalip/mendahuluinya dari kanan. Contoh lain, saat akan berputar arah gunakan lampu dim untuk memberi kode pada mobil yang berada di lawan arah, jika mobil melambat itu artinya dia memberi kesempatan bagi kita untuk berputar arah, dan lain-lain.

4. Gunakan teknik “see-through” saat menyalip

Teknik “see-through” dicetuskan oleh seorang rekan saya dan sangat berguna sekali saat dipraktekkan di jalan raya. Teknik ini sering digunakan jika lalu lintas dalam kondisi padat atau ada kendaraan yang posisinya berhenti di bahu jalan, contohnya mobil yang diparkir, kendaran umum yang menaik turunkan penumpang , mobil yang tiba-tiba berhenti untuk memberi jalan bagi penyebrang jalan, dan lain-lain.

Prakteknya adalah saat posisi pengendara motor ada di bagian samping belakang mobil, jika mobil tersebut berhenti atau melambat pandangan pengendara motor bisa melihat menembus melalui kaca samping dan kaca depan mobil untuk melihat penyebab mobil tersebut melambat atau berhenti, mengurangi titik blindspot yaitu posisi bagian depan mobil yang terhalangi bodi mobil bila kita berada di samping atau belakang mobil tersebut. Teknik ini berguna agar kita tidak berhenti mendadak jika ada halangan dari depan mobil tersebut, contohnya seperti orang atau kendaraan yang menyebrang dari arah samping depan mobil yang tidak terlihat karena terhalang bodi mobil.

ilustrasi teknik "see through"

ilustrasi teknik “see through”

Ada keterbatasan dalam mengaplikasi tekik ini yaitu jika mobilnya minimal memiliki kaca yang sejajar dengan sudut pandang pengendara sepeda motor, jika kaca mobil terang dan tidak menggunakan kaca film yang gelap, dan hanya bisa dilakukan di siang hari.

This entry was posted in TIPS and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s