TIPS : Trik Menguasai Sirkuit ala Valentino Rossi


Tips ini saya dapatkan dari sebuah video beberapa tahun yang lalu, tepatnya saat Valentino Rossi masih berstatus pembalap pabrikan Garputala. Sayang file video tersebut sudah terhapus secara tidak disengaja & searching ulang di internet pun hasilnya nihil, karena video tersebut didapat dari situs Garputala, sementara sekarang Valentino Rossi sudah bukan lagi pembalap pabrikan tersebut.

Tapi beruntung, saya sempat mengabadikan beberapa capture dari video tersebut, berikut penjelasannya :

1. Learn The Track

Mempelajari sirkuit bisa dilakukan dengan berbagai cara, dalam video tersebut Valentino Rossi mengitari sirkuit menggunakan sebuah mobil mini.

Namun, apapun medianya, yang terpenting adalah menghafal kondisi sirkuit sekaligus memperkirakan titik pengereman, sudut tikungan, chamber tikungan,dan lain-lain, penting diketahui sebelum turun langsung menggunakan motor.

2. Lines

Pada praktek menaklukan tikungan, Rossi menjelaskan mengenai beberapa jalur yang biasa ia gunakan, diantaranya Qualifying line, Defensive/Ovetaking line, dan Racing line.

Dalam qualifying line, Rossi mengulur titik pengereman sedekat mungkin dengan tikungan, dan memotong vertikal tikungan tersebut hingga didapat jalur yang mendekati lurus hingga keluar tikungan. Hal ini dilakukan agar waktu tempuh bisa dimaksimalkan karena bukaan gas bisa dilakukan di tengah tikungan atau bahkan sebelum memasuki apex (puncak) tikungan.

Dalam devensive/overtaking line, Rossi memotong jalur masuk tikungan di posisi yang lebih dalam. Dalam posisi defensif, jalur tersebut bisa menutup kemungkinan lawan meng-overtake dari dalam, sementara dalam posisi overtaking Rossi masuk tikungan lebih dalam hingga menutupi jalur lawannya yang berada di racing line. Pada posisi ini, motor bisa cepat saat masuk tikungan tapi bisa menjadi sangat lambat di puncak tikungan karena pengereman dilakukan sampai titik itu, tidak masalah karena pembalap lain pasti ikut mengerem dan tidak mungkin menyusul dari sisi luar tikungan jika tidak ingin melambat saat keluar tikungan karena oversteer.

Pada racing line, Rossi menempatkan posisi motor sedikit ditengah saat masuk tikungan. Posisi ini berkaitan erat dengan gaya late-brakingnya Rossi, motor dibuat meluncur dan sedikit slide saat akan memasuki tikungan, dengan posisi oversteer saat memasuki tikungan posisi motor mirip jalur saa kualifikasi, sehingga bukaan gas pun bisa dilakukan persis seperti saat kualifikasi agar bisa keluar tikungan kebih cepat.


3. Front Braking

Gaya pengereman Rossi sedikit berbeda dengan pembalap lain. Biasanya, saat melakukan pengereman pembalap akan mengandalkan fine-tune finger (telunjuk dan jari tengah) untuk menekan tuas rem depan, tapi Rossi menggunakan 4 jari untuk menekan tuas rem. Tentu ini berhubungan dengan teknik late braking ala Rossi, karena pada posisi mengerem penuh throttle gas pasti menutup penuh hingga didapat kombinasi braking dan engine brake yang besar.

Pengereman dilakukan bertahap, yaitu dimulai dari penanda titik pengereman di sirkuit contohnya plang 150m, 100m, dan 50m. Pada sebuah tikungan U-turn yang terdapat pada trek yang dijajal Rossi, turun gigi dilakukan mulai dari 100m, namun rem depan masih ditekan ringan, pengereman akan terbantu engine break saat proses turun gigi.

Jelang 50m, posisi gigi sudah sesuai dengan yang dibutuhkan saat melibas tikungan, barulah rem depan ditekan penuh hingga suspensi depan terkompres dan ban depan mendapat traksi sempurna untuk bersiap menaklukan tikungan.

4. Rear Braking

Untuk pepngereman belakang, Rossi menggunakannya tidak hanya sebagai penyeimbang ren depan tapi juga pengatur posisi moncong motor sesuai yang ia inginkan.

Pada prakteknya, Rossi akan sedikit mengunci rem belakang untuk mendapatkan efek slide sehingga motor akan bergeser ke posisi yang ia inginkan. Selain menggunakan rem, Rossi juga memanfaatkan engine break untuk mendapatkan efek sliding. Trik sliding ini seperti yang dilakukan di ajang balap supermoto namun tidak seekstrim itu, yang Rossi butuhkan adalah sliding yang terukur agar kecepatan tidak turun drastis dan ban juga tidak cepat habis terkikis.

5. Throttle Control

Berhubungan dengan tips front braking, untuk kontrol throttle pada tikungan dimulai dari saat pengereman. Saat  late braking, posisi throttle tertutup penuh, hingga motor akan memasuki apex tikungan. Pada apex/puncak tikungan, throttle akan dibuka berirama sesuai dengan kondisi tikungan, tidak digantung di putaran mesin tertentu.

Itu dilakukan agar posisi motor saat rebah hingga tegak tidak tersentak karena bukaan gas atau permainan kopling yang tiba-tiba, trik ini akan menimbulkan kenyamanan bagi rider sehingga rider akan semakin percaya diri saat melibas tikungan.

6. Overall Vision

Saat menghadapi tikungan, pandangan harus melihat jauh kedepan sesuai tikungan yang akan dihadapi. Sebuah tikungan bisa dibagi menjadi 3 bagian, yaitu in, apex, & out.

Pada prakteknya, saat motor memasuki tikungan (in), posisi mata sudah melihat apex, dan pada posisi apex pandangan mata sudah melihat jauh keluar tikungan (out) dan trek lurus selanjutnya.

7. Starts

Posisi start Rossi sedikit berbeda dibandingkan rider lainnya. Saat start, Rossi biasanya hanya menempatkan satu kaki di tanah, sementara kaki lainnya sudah menjejak di footstep. Selepas start, Rossi akan buru-buru menarik kaki satunya (yang menjejak tanah) keatas footstep, agar keseimbangan motor terjaga.

Biasanya pembalap akan “menunda” untuk menaikkan satu kakinya ke footstep dengan alasan menjaga keseimbangan jika motor tiba-tiba oleng, namun kemungkinan oleng justru lebih besar karena posisi badan akan sedikit miring saat satu kaki ada di footstep sementara satu kaki masih menjuntai.

Saat start, Rossi memposisikan bukaan throttle dan bukaan kopling sehalus mungkin, untuk menghindari overspin atau wheelie. (Tapi, mungkin ini yang membuat start Rossi selalu lebih lambat daripada yang lainnya ya?)

8. Steering

Saat menghadapi tikungan beruntun, bisa saja ada tikungan yang dikorbankan, dimana pada tikungan tersebut bisa lebih lambat tapi tikungan selanjutnya bisa dilibas lebih cepat hingga kecepatan selepas tikungan bisa lebih tinggi.Prakteknya sama seperti Qualifying line, dimana ada bagian tikungan yang dikorbankan untuk melakukan late braking dan menciptakan jalur yang mendekati lurus saat akan keluar tikungan.

9. Body Movement

Berhubungan dengan langkah sebelumnya, saat memasuki tikungan beruntun posisi badan harus siap sesuai dengan jalur yang akan diambil. Pada tikungan yang “dikorbankan”, saat keluar tikungan tersebut posisi badan dan throttle sudah siap untuk melibas tikungan terakhir selurus mungkin agar bukaan gas terus seirama.

Pada prakteknya, contohnya pada tikungan ke kanan disusul tikungan ke kiri, saat keluar tikungan kanan posisi motor masih miring kekanan tapi badan Rossi sudah digeser ke kiri untuk bersiap menghadapi tikungan kiri selanjutnya, baru diikuti dengan memiringkan motor ke kiri.

10. Aerodynamics

Trik ini akan sangat berguna saat menghadapi trek lurus yang panjang. Prakteknya, posisi badan dibuat serendah mungkin hingga posisi helm segaris dengan visor untuk mengurangi hambatan angin.

Selain itu, posisi tangan dan kaki juga dibuat merapat pada bodi motor, untuk mengurangi hambatan angin dan juga menjaga keseimbangan motor. Pantat dibuat mundur dan ditempatkan di ujung jok, agar punggung rata dan lutut tidak bersinggungan dengan sikut.

..

Silakan dicoba, tapi jangan di jalan raya ya !

This entry was posted in TIPS and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to TIPS : Trik Menguasai Sirkuit ala Valentino Rossi

  1. marley yusuf says:

    keren,,, infonya,,

  2. ridermotogp says:

    makasih infonya ,berguna banget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s