HOWTO : Mengulas “potensi” Thunder 125 Menggunakan Rumus Teori 4-tak

Saat ini saya ingin mengulas mengenai motor milik saya, yaitu Suzuki Thunder 125. Sebagai motor dengan tipe sport, thunder 125 mempunyai kapasitas terkecil diantara motor sport lainnya, sehingga terkadang “dikucilkan” dari peta persaingan motor sport yang umumnya menawarkan tenaga mesin lebih besar dari tipe motor lainnya seperti bebek dan skutik. Namun, digali dari beberapa pengguna dan komunitas thunder 125, banyak yang mengaku mematahkan penilaian negatif tersebut, bahwa sebetulnya mesin thunder 125 memiliki tenaga yang cukup bersaing sebagai sebuah motor sport.

Berbekal rasa ingin tahu dan dibantu oleh search engine Google dan beberapa buku teknik mesin 4 tak, saya mencoba untuk memahami “kekuatan” dari mesin thunder 125 dengan cara menghitungnya secara teoritis menggunakan beberapa rumus dasar menghitung performa mesin 4 tak, diantaranya :

1. menghitung Gas speed

Rumus menghitung gas speed adalah :

V = ((Stroke x peak power) / 30.000) x (bore / d)2

d = diameter klep in – (lebar sentuh klep x cos sudut flow)

keterangan :

V :  gas speed, dalam satuan meter/detik

stroke : langkah piston, dalam satuan milimeter

peak power : putaran mesin saat puncak tenaga mesin, dalam satuan rpm

30.000 : konstanta pembagi, nilainya tetap dalam rumus tersebut

bore : diameter piston, dalam satuan milimeter

Jika memasukkan nilai dari spesifikasi mesin thunder 125, maka akan didapat :

V = ((Stroke x peak power) / 30.000) x (bore / d)2

sebelumnya dicari nilai d dulu :

d = diameter klep in – (lebar sentuh klep x cos sudut flow)

d = 25,5 – (0,5 x cos 45) = 25,5 mm – 0,35 = 25,15 mm

maka,

V = ((Stroke x peak power) / 30.000) x (bore / d)2

V = ((48,8 x 9.500)/30.000) x (57 / 25,15)2

V = 15,45 x 5,13 = 79,36 meter/detik

cat : nilai lebar sentuh klep dan sudut flow bukan nilai sebenarnya, tapi menggunakan nilai perkiraan rata-rata dari motor-motor yang ada di Indonesia. nilai peak power diambil dari keterangan dalam brosur.

dengan besaran gas speed berikut, coba jika dibandingkan dengan motor sekelasnya yaitu honda CS1.

V = ((Stroke x peak power) / 30.000) x (bore / d)2

V = ((47,2 x 10.000)/30.000) x (58 / (28-0,35))2

V = 15,73 x  4,40 =  69,21 meter/detik

Gas speed thunder 125 lebih besar daripada honda CS1. Namun, besaran nilai gas speed bukan penentu kencang tidaknya performa suatu mesin tapi merupakan nilai yang menunjukkan karakter mesin. Pada buku “How To Build, Modify & Power Tune” karya Peter Burgess & David Gollan, parameter gas speed ada dua pilihan yaitu untuk horse power yang besar gas speed bernilai 80 m/det, dan untuk mendapat torsi yang besar gas speed bernilai 50 m/det. Artinya, thunder 125 mendekati peak power optimal sementara CS1 mendekati peak torque optimal untuk sebuah motor 125cc. Itulah alasan ilmiah yang menunjukkan mengapa thunder 125 lambat dalam berakselerasi dan di putaran bawahnya.

2. ukuran klep

Ukuran klep yang optimal untuk sebuah mesin 4-tak ditentukan dari spesifikasi piston dari motor tersebut. Rumus sederhananya :

Inlet valve = 0,55 to 0,57 x bore

Exhaust valve = 0,8 x inlet valve

Untuk mesin thunder 125 yang menggunakan piston berdiameter 57 mm, maka dapat dihitung ukuran klep yang optimalnya :

Inlet valve = 0,55 x 57 = 31,35 mm

Exhaust valve = 0,8 x 31,35 = 25,08 mm

Dengan pembulatan, maka nilai optimal dari masing-masing bagian tersebut adalah klep in 31mm dan klep ex 25mm. Sementara, spesifikasi standar thunder 125 menerapkan ukuran klep in 26mm dan klep ex 23mm.

Ukuran klep yang terlalu kecil dari nilai optimal tentunya akan berakibat pada performa mesin. Untuk klep inlet, ukuran yang terlalu kecil akan berakibat kurang lancarnya pasokan gas dari karburator yang masuk ke dalam ruang bakar, sementara jika klep out yang terlalu kecil akan menghambat proses bilas dan membuat panas dari proses pembakaran gas bakar tidak terbuang sempurna.Tapi, jika didukung dengan jalur porting yang sesuai, maka bisa saja didapat efisiensi volumetris yang  besar.
Untuk mengubah besarnya klep juga harus menghitungnya dalam rumus gas speed, karena dengan memperbesar diameter klep bukan hanya memperbaiki performa namun juga mengubah karakter gas speed dari mesin tersebut.

3. Port & karburator

Dalam teori korek mesin 4 tak, ukuran diameter port in yang opimal adalah 80% dari diameter klep. Jika dihitung dari diameter klep Thunder 125 yang berukuran 25,5mm, maka ukuran yang optimal adalah 20mm. Pada kenyataannya, port thunder 125 berukuran 23 mm terhitung dari mulut intake yang berhadapan dengan manifold karburator. Tapi hal ini tidak menjadi masalah karena panjang port in thunder yang tergolong pendek, jadi walaupun port tergolong besar namun laju gas bakar tetap cepat. Masalah yang mungkin muncul adalah pada putaran rendah gas bakar yang masuk ke dalam port terlalu banyak, namun masalah ini diatasi oleh karburator yang memiliki sistem kerja vakum sehingga gas bakar yang masuk ke ruang bakar sesuai kebutuhan.

Ukuran venturi karburator yang optimal dihitung dalam rumus berikut :

D= K x √ (CxN)

keterangan :

D = diameter venturi karburator, dalam satuan mm
K = Konstanta (nillainya ada di antara 0.6 – 0.9, untuk motor harian disarankan 0.65)
C = kapasitas mesin mesin, dalam satuan liter
N = putaran mesin puncak yang diinginkan, dalam satuan rpm

jika memasukkan spesifikasi thunder 125 kedalam rumus, maka :

D = 0,65 x √ (0,125 x 9500)

D = 22,39 mm atau jika dibulatkan 22 mm

Dengan memperhitungkan spesifikasi dalam brosur bahwa peak power thunder 125 terletak di 9500 rpm dan dengan konstanta 0,65 yang dimasukkan untuk rata-rata motor harian maka diameter optimal venturi karburator untuk thunder 125 adalah 22mm. Contoh lain dalam menghitung besarnya venturi karburator adalah jika mengapikasi spesifikasi Jupiter Z, sebagai berikut :

D = 0.65 x √ ( 0.107 x 7500 )

D = 18,41 mm, mendekati spek karburator Jupiter Z yang memiliki venturi 17mm.

Dengan spek karburator thunder 125 yang memiliki venturi 26mm, dengan nilai konstanta tetap 0,65 maka putaran mesin untuk peak power bisa mencapai 13.000 rpm, yang sangat jarang digapai dalam penggunaan harian.

4. Pengapian & Langkah Piston

Rumus dasar torsi adalah gaya * jarak, yang artinya torsi berbanding lurus dengan besarnya gaya dan panjangnya jarak. Gaya pada mesin direpresentasikan sebagai lontaran piston yang terdorong untuk memutar kruk-as, sementara jarak adalah lengan kruk-as atau lebih jelasnya jarak antara titik pin conrod dan titik as kruk-as, singkatnya 1/2 stroke. Besarnya gaya sangat dipengaruhi besarnya energi yang diciptakan pada ruang bakar saat ledakan pengapian terjadi. Semakin besar daya ledak maka semakin besar juga daya dorong untuk menggerakkan piston ke bawah, maka torsi juga harusnya makin besar, tergantung dari seberapa besar peningkatan energi ledak yang mendorong piston. Tak heran jika pengapian motor-motor Special Engine (SE) menjadi incaran para speedfreak karena terbukti dapat menghasilkan torsi besar sekalipun motornya memiliki spesifikasi overbore. Selain itu, menambah jarak stroke juga dapat memperbesar torsi, itulah makanya motor-motor yang berspesifikasi stroke panjang memiliki torsi yang besar.

Kesimpulannya, secara teoritis potensi Thunder 125 terletak pada putaran tinggi, dimana seluruh spesifikasi standar merujuk ke optimalisasi pada putaran tinggi. Namun, tenaga yang diharapkan tidak dapat tercapai karena terbatasi limiter pada otak pengapian Thunder 125. Maka, untuk menghasilkan perfirma yang baik saya menyimpulkannya dalam 3 poin :

1. Menurunkan peak power pada putaran mesin yang lebih rendah. Secara teori yang diubah diantaranya adalah menggunakan klep dengan ukuran diameter lebih besar dan menggunakan karburator dengan venturi lebih kecil. Mengimbanginya, pengapian dibuat lebih optimal dan dalam tahap ekstrim bisa juga dilakukan penambahan langkah piston.

2. Mempertahankan peak power pada putaran tinggi, yaitu dengan mengganti otak pengapian (TCI) dengan yang seting limiternya lebih tinggi. Dengan pengapian yang bagus pula, torsi bisa terdongkrak naik karena energi pembakaran lebih bagus. Sebagai pendukung, diperlukan per klep yang memiliki spek lebih keras agar klep tidak floating saat putaran tinggi.

3. Melakukan langkah 1 dan 2 untuk menghasilkan torsi yang maksimal dan peak power yang maksimal juga.

Seluruh rumus diatas dapat diapikasikan pada seluruh mesin 4 tak, silakan dihitung menurut spesifikasi masing-masing motor.

-Update-

contoh hasil hitung engine performance Thunder 125 menggunakan Engine Performance Calculator BRT di situs BRT Racing Team

Kalkulator Engine Performance BRT dapat diakses di http://www.bintangracingteam.com/index.php/in/formulabrt-menu/engineperformance

Dengan penghitungan secara  teoritis seperti diatas, dapat dihitung jika efisiensi bisa ditingkatkan sebanyak 10% saja, maka potensial power yang didapat bisa menjulang hingga 14 Hp dengan mudah.

Meningkatkan efisiensi bisa dengan mengurangi gesekan yang mengubah energi yang seharusnya tersalur ke roda menjadi energi panas, caranya bisa dengan menggunakan oli yang lebih licin atau dengan menambahkan komponen yang meminimalisasi daya gesek seperti bearing pada bagian berdaya gesek tinggi, contohnya bagian noken as/camshaft.

Efisiensi volumetris, bisa didapat dengan ubahan pada bagian porting dan klep, serta ubahan pada durasi camshaft.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di HOWTO dan tag , , , . Tandai permalink.

122 Balasan ke HOWTO : Mengulas “potensi” Thunder 125 Menggunakan Rumus Teori 4-tak

  1. riezure berkata:

    nice share kang ..

    • mochyuga berkata:

      tengkyu kang 🙂

    • izey berkata:

      Gan kalu tander udah pake seher tiger over sizze 100 trus klep pake tiger juga.ama karburator udah. Pake kehin 24…ko msih ngga ɑ̤̥̈̊ϑɑ̤̥̈̊ lari Πÿ̲̣̣̣̥ªª ya..apa yg mesti di ubah lgi..
      Oia satulgi pngen suara mesin Πÿ̲̣̣̣̥ªª. Ngga berisik gimna ya..

      • mochyuga berkata:

        suara mesin berisik pertandaa ada yg ga beres di jeroan mesin, kalo ga dibenerin ya tenaga mesin ga akan keluar. cek dulu bagian yang rusak, suara berisik biasanya asalnya dari rantai keteng, klep, atau noken as

  2. irving berkata:

    Nice Info bro….hasil rangkuman yang mantab thd teori2 motor 4 tak 🙂

  3. Rejeck berkata:

    mas bro, kalo ak pake cb struk 7mm,trus pake sekher tiger sebaiknya untuk membesarkan kelep menggunakan diameter berapa(pake punya apa) biar melaju secara optimal.nuwun jawabane bro

    • mochyuga berkata:

      Klepnya pake punya tiger aja masbro, tapi kalo ga mau nanggung sekalian aja pake klep toyota vios 🙂 cuman lebih ribet geser sudut klepnya
      kalo mau total sih coba aja nyari head hyosung rx125 / rt125, kelebihannya itu udah 4 klep tapi noken asnya masih 1 (SOHC) jadi ga perlu ganti rantai kamrat/keteng hehe, bisa dipasang di thunder koq

      • neroXXX berkata:

        masa’ c masbro??
        emg udah ada rider thundie yg prnh aplikasi head hyosung rx125??
        langsung plek ato gimana??
        kira2 gedean mana HP thundie yg dah bore-up pake seher+klep in-ex Tiger, dibandingin yg pake head-nya hyosung??
        mohon pencerahannya masbro. thx.

      • supriadi berkata:

        saya ingin mengganti klep tunder dengan klep sa5tria vu, bisa gx brow? apa saja yang perlu di ganti?

      • mochyuga berkata:

        klep fu lebih kecil, ya ga bisa lah -_-

  4. riko berkata:

    mas bro klo kita ganti klep thunder dengan klep sonic apa perlu penyesuaian dimensi seperti panjang tangkai klep atau diameter luar tangkainya( ketebalan tangkai klep) ?Thanx

  5. bedjo berkata:

    nice info kang, aq jg punya thunder 2009 rencana jg mo tak upgrade. kalo pk sekher&karbu fu150 bisa ga ya?tks

  6. mochyuga berkata:

    bisa banget mas, banyak koq yang udah pake spek gitu 🙂
    tapi ada sedikit penyesuaian kalo pake seher FU, diantaranya penyesuaian diameter pin seher (thunder 125 14mm, satria FU 16mm) pake bushing aja yg tebalnya 1mm. selain itu juga musti bikin coakan klep sesuai klep thunder yang cuma 2. kalo coakan di seher FU ada 4.

    kalo mau lebih mudah sih pake seher merk Hispeed R buatan thailand, tinggal pilih yang diameternya mirip FU & pin sehernya 14mm, itu tinggal pasang aja.

    kalo karbu FU bisa langsung pasang, kalo bisa kabel cuknya juga pake punya FU

  7. Ping balik: HOWTO : Simulasi Hitung Daya Kuda (Horsepower) Kendaraan « DO & SHARE

  8. bayu berkata:

    mas bro, saya punya thunder 125 tapi pengapianya kurang lancar, mrebet dan gak bisa langsam karburatornya, busi agak hitam, mohon pencerahnya

    • mochyuga berkata:

      liat dulu api businya masbro, kalo percikannya kecil / kemerahan coba ganti businya, kalo ganti busi masih gitu juga mungkin koilnya udah lemah. tapi selain itu kondisi brebet juga bisa disebabkan dari setelan karbu ga ga tepat atau ada part2 karbu yg kotor atau rusak, pastikan dulu kondisi karbu bersih dgn cara servis rutin dulu di bengkel resmi, kalo memang ada part yg harus diganti ya cepat diganti

    • mochyuga berkata:

      tau koq, jujur malah saya terinspirasi bikin artikel ini gara2 ada artikel itu…
      tapi saya pengen cari alasan yg lebih ilmiah & lebih masuk akal daripasa sekedar “nyama2in angka” doang, makanya saya bikin artikel ini… btw thanks for visiting bro 🙂

  9. pandora berkata:

    Sekedar berbagi cerita. Bbrp bulan yg lalu saya dimintai tolong teman utk perbaiki thunder 125nya keluaran pertama blm pake kick starter. Kondisi motor berisik parah indikasi stang seher kena dan seher aus. Maka saya bongkar tuh motor cek kondisi oblaknya bisa dilihat disini http://www.youtube.com/watch?v=8DuhbSgAtCQ. Saya coba tawarkan utk dioptimalkan aja performa motornya tetep masih kondisi pabrikan tanpa langkah” yg wow.

    Pilihan yg saya tawarkan balancing ulang kruk as dengan dicari titik yg gk seimbang di crank webnya lalu dilubangi sebesar 12 mm skalian biar counter weightnya meningkat.

    Langkah kedua bobot magnet diberatin dgn mengelas plat seberat 500 gr di sisi magnetnya gk lupa di balance lg pake dial gauge. Tujuannya menambah torsi di putaran atas dan menggeser peak torque ke rpm lbh tinggi [ Foto dokumentasi ada tp gk tau cara masukin kesini 😦 ]

    Langkah ketiga menambah daging las”an di pick up pulser sepanjang 2 mm utk memajukan derajat pengapian.

    Langkah keempat tentunya kolter blok krn seher dah aus cuman pake seher sgp thunder o/s 50

    Langkah kelima pake busi ngk g power ama tambah groundstrap di kbl businya.

    Proses inreyen sendiri saya coba terapkan metode motoman tune usa. Geber rem geber rem terus”an di tiap posisi gigi sepanjang 50km. Abis itu ganti oli ama filter oli biar sisa” gram segera terbuang. Setel lg kerenggangan klep ama setelan udara karbu. Keesokannya coba dilintasan lurus. Geber tiap posisi gigi semaksimal mungkin batas atas rpm yg mampu diraihnya. Gigi 1 – 5 betot gas terus pas tengah malam. Karena kondisi kabel spido putus patokannya cuman tachometer doang. Hasilnya lumayan gigi 1-4 bisa tembus red line nangkring di 13.000 rpm baru shift up gear dan gigi 5 mentok di 12.000 rpm. Naiknya cepet banget brasanya mulai 8.000 rpm. (Video menyusul di youtube). Waktu itu ada tirev ama vixi yg ngikutin ya itung” nemenin di jalan drpd sendirian hiii. Msh bs imbangin koq. Ntar kalo ditulis ninggalin kedua motor tsb banyak fans boynya protes donk hihi. Piss sekedar sharing.

    So jadi memang bener kalo karbu standar masih sanggup melayani hingga 13.000 rpm. Jadi sobat petir jgn buru” swap karbu dgn yg sejuta umat hihi. Intinya disini saya cuman berbagi pengalaman kalo part bawaan motor dioptimalin bisa lbh baik drpd sekedar jadi korban media pake part ber embel” racing yg penting seting dulu sampai maksimal.

    Kondisi motor tanpa bore up cuman oversize itu pun krn baret. Tanpa ganti karbu apalagi naikin spuyer tetep std bawaan karbu. Cdi std, orgnya gk punya duit buat beli yg merk racing. Tanpa porting polish, bukannya dipoles lubang masuk malah dikasarin dicabik” hehe. Tanpa bubut head, kompresi msh std. Tanpa stroke up. Tanpa knalpot bobokan atau racing. Pipa leher knalpot bawaan std cakep banget melingkarnya, smooth tanpa hambatan gas buang. Klep msh aslinya cmn diskur doang. Per klep ama per kopling walah std bledek bos.

    Jadi jgn berkecil hati yg pingin si bledek performanya naik tp duit cekak. Asah terus ide kreatif. Pelajari ilmu itu susah gk bs tergantikan ama yg instant. Sering kali sedih liat banyak org awam yg jadi korban mode kentjang yg bore up yg upgrade cdi yg upgrade kopling dan pirnya yg pake pe28 blm lg knalpotnya. Hasil yg didapat gk sebanding dgn dana yg dikeluarkan. Bukan power to value bgt deh hihi.

    *. Disclaimer : Isi tulisan bukan iklan, propaganda, menggurui dan memojokan pihak tertentu. Mohon maaf. Piss

  10. satriyo berkata:

    calkulatornya kgak bisa diakses gan mgkin adacara laen bwat itungitungan?

    • mochyuga berkata:

      kayanya sih situs BRT lagi error bro, cmiiw
      ntar deh saya bikinin kalkulatornya, sekalian buat proyek skripsi saya juga, stay tuned hehe

      • RoeKay berkata:

        senang dapat wawasan baru ttg thunder; saya nanya karena 2 bulan terakhir Thunder saya suka mati ; tp kalo di stater hidup ; pas gas (4000rpm) mati ; udah ikut saran montir ganti karet vakum tp masih aj ; Thunder 2008 (44ribuan KM) ganti oli per 2rb’KM ; apa yg harus sy lakukan Terima Kasih mohon bantuannya

  11. bendot surabaya berkata:

    suzuki thunder 125 ku blm siap masih dlm experimen

  12. bendot surabaya berkata:

    suzuki thunder 125 ku masih dlm tahap experimen……

  13. igor berkata:

    Nice info gan. Gan gledek sy th 07 beli seken, karbu udh ganti king dg pj 27,5 mj 155, knalpot racing,yg sy rasakan tarikan napas nya pendek pendek udah gtu borosnya alamak ampun bsa 2x nya mio.rencana mau sy ubah ukuran spuyer spuyernya yg enak dan irit ukuran berapa y om? Tks sebelumnya

    • mochyuga berkata:

      spuyer segede gitu jelas boros lah bro, spuyer segitu biasanya dipake buat rx-king korekan…
      coba pake PJ 15 atau 17,5 MJ 115

    • wiwied berkata:

      Nah penyakit yg sama aku alami dulu suka nyendat di kisaran 3000-4000 rpm. Bukan dr karetnya mas tp rumah jarum skep yg dah aus. Coba lepas trus dikecilin dikit ujungnya yg msk di tgh venturi. Getok pelan merata ama kunci L. Bisa jg beli repair kit carb pasang jarum skep ama rmhnya.

      Utk yg sdh pake karbu rx king siapkan pj 15-17.5 dan mj 110/115/120

  14. thundra_men berkata:

    klo new thunder sy boreup 190cc pake seher scorpio, kira2 rincianny apa aja yang harus dirubah mas? kbetulan dirumah ada karbu tiger n knalpot satria FU full set neh..jadi sekalian aja..dibantu ya mas jawabannya..

  15. alienkorps berkata:

    salam perkenalan masbro, mohon pencerahan dan infonya nieh, sya pengguna thunder 125 2006(Ks) dengan pemberitahuan sebelumnya adalah seher telah di o/s 200

    yang menjadi pertanyaan adalah..?

    jika dalam keadaan dingin (awal stater dipagi hari) berjalan normal dan tidak ada kendala, namun setelah estimasi perkiraan waktu tempuh lebih dari 30 menit berkendara, setiap rpm melebihi 8000 (gas poll) muncul asap putih dikenalpot (knalpot sudah racing), namun jika rpm kurang dari 8000, asap tersebut tidak ada. hal tersebut berakibat menjadi oli yang saya gunakan berkurang drastis sehingga waktu penggantian oli menjadi lebih cepat. kira-kira apa yang bermasalah ya masbro? karena kejadian itu telah berakibat saat ini saya telah mengganti blok silinder head 3x karna noken as dan dudukannya di blok tergores karna kurangnya pelumasan, padahal jalur oli plus pompa oli telah di cek & tidak ada masalah sama sekali… mohon pencerahannya masbro…

    plus saya juga minta info ada yang tahu ga bengkel yang bisa masang bearing di noken as thunder karna setiap saya tanya di tukang bubut, mereka tidak bisa karna material penahan noken as beda dan lebih padat. atauga ada yang tau dan bisa mengganti blok silinder yang cocok untuk thunder tanpa harus merubah baut crankcase??? jika ada bisa hub saya di 021-9410 6467

    terima kasih sebelumnya dan salam untuk setiap pengguna thunder 🙂

    • mochyuga berkata:

      asap putih disertai oli yang cepat habis, kemungkinan besar penyebabnya adalah sil klep yang sudah tidak rapat lagi menyebabkan oli turun ke silinder melalui celah antara klep dan sil klep, sil klepnya harus diganti. kemungkinan lainnya dari ring piston yang sidah lemah, sehingga saat rpm tinggi ring piston tidak sanggup menutup celah piston dan liner, menyebabkan oli naik ke ruang bakar.

      mengenai ubahan blok dan noken-as, monggo konsultasi langsung ke ahlinya : https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc3/q71/1381410_368097869960561_1421744290_n.jpg
      bengkelnya di kalisari cijantung, deket markas Zeni AD

      • alienkorps berkata:

        wew.. thanks sebelumnya atas informasinya masbro (y)

        namun maaf, sepertinya permasalahannya bukan di sil klep, klep, maupun ring seher… karena setiap penggantian blok head, berikut dengan seluruh isi didalamnya, bahkan hingga ke seher yang otomatis di oversize akibat gesekan.. ampun masbro klo jebol lagi, sebagai pemakai thunder pasti mengetahui berapa harga blok head… 😥

  16. thundra_men berkata:

    wuih top mas, thunder pake blok satria a.k.a DOHC.. budgetny berapa ya? hmm.. bore scorpio ato ganti ganti kaya gtu aja ya?

    • mochyuga berkata:

      kabarnya sih kisaran 3 juta, dengan kondisi part2 baru. kalo pake part second mungkin bisa dipangkas sampe setengahnya

      diliat dari sisi teknis lebih aman pake head fu, soalnya kalo bore up pake piston scorpio pasti blok silinder jadi supertipis, crankcase yang kena bubut jadi tipis juga jaraknya dengan baut tiang silinder, belum lagi masalah penyesuaian di area head, masa piston segede gentong pake klep standar, pasti ganti klep & ganti klep di head thunder itu susahnya bukan main karena jaraknya sempit dan sudutnya lebih tegak. masalah lainnya, dengan bore sebesar 70mm bebanding stroke standar dibawah 50mm pasti bikin getaran mesin tambah hebat. kesimpulannya, jelas jauh lebih aman ganti blokset fu daripada bore-up scorpio, karena stroke fu juga sama persis dengan thunder yaitu 48,8 mm

  17. mochyuga berkata:

    alienkorps :

    wew.. thanks sebelumnya atas informasinya masbro (y)

    namun maaf, sepertinya permasalahannya bukan di sil klep, klep, maupun ring seher… karena setiap penggantian blok head, berikut dengan seluruh isi didalamnya, bahkan hingga ke seher yang otomatis di oversize akibat gesekan.. ampun masbro klo jebol lagi, sebagai pemakai thunder pasti mengetahui berapa harga blok head… 😥

    hmm. cukup kompleks juga ya, karena umumnya asap putih disertai surutnya oli dengan cepat pasti berasal dari ring piston atau sil klep. selain itu, bisa juga dari paking head yang kondisinya sudah kurang baik (tapi jika diganti juga berarti kemungkinan besar bukan dari situ). kemungkinan terakhir bisa jadi dari penguapan oli karena panas tinggi dan oli yang terlalu encer. oli menguap melalui lubang hawa, masuk ke boks filter udara, tersedot ke karbu dan masu ke ruang bakar, tandanya bisa dilihat dari busa filter udara yang basah oleh oli, atau jeroan karbu yang juga basah oli. jika bukan dari situ juga, sepertinya terpaksa belah mesin atas (turun head & blok). cek area sensitif di sekitaran blok & head dari keretakan, keausan, luka gesekan, dll

    • alienkorps berkata:

      wah thanks.. kemungkinan yang terakhir itu masuk akal, karena sebelum mesin saya jebol, itu selalu overheating dengan kondisi motor mati mendadak (namun seher tidak nyangkut) dengan memakai bensin shell saat itu, sekarang cinta pertamina saja :p…

      untuk oli saya menggunakan SGO yang 1,1L. saya rasa pihak suzuki sudah memperhitungkannya dari segi kualitas dan kekentalan oli produksi mereka, untuk busa filter saya sudah ga pake masbro, karena pake karbu PE.. untuk oli ada usulan bahwa menggunakan oil cooler supaya adem, namun ada 2 tipe pemasangan, 1.) saluran pembuangan langsung disuntik kebagian noken as, 2.) saluran kembali masuk kedalam filter oli, nah menurut masbro yuga mana nieh yang cocok dan aman?? hehehe

      • mochyuga berkata:

        tentang oil cooler, sebenernya dari hasil beberapa rekan yang pernah riset katanya untuk thunder pressurenya jadi terlalu lemah kalo pasang oil-cooler.

        tentang pemasangan, bagusnya sih balik lagi ke filter oli, karena setelah filter oli jalurnya masih bercabang ke area girboks dan area bawah piston. kalo langsung ke noken as berarti jalurnya jadi ganda, pressurenya makin lemah, malah kurang bagus buat sistem pelumasan, kecuali kalo jalur oli ke head (jalur baut silinder) ditutup full yang artinya musti ada penambalan jalur oli pake las alumunium di area crankcase. dengan cara ini, yang kebagian “oli dingin” hanya di area head aja

  18. thundra_men berkata:

    makasih mas dah dijawab, oh jadi gitu ya bore up scorpio ternyata riskan juga.. tapi mas mau tanya lagi neh kira2 klo pake blok dohc punya satria…ato bisa pake punya cbr juga ga mas? oh, kira2 FC nya gimana ya? kebayang kalo pake ne blok, karbu tiger, n silincer FU… btw, liat digambar i2 head (bagian mesin yang paling atas, ga tau apa namanya..keliatan tuh bentu bulet2 gtu 2) itu kayana aga mentok ya mas ama bagian bawah tangki, kira2 aman ga tu ya..??

    • mochyuga berkata:

      kalo bisa pake punya satria, kenapa musti repot-repot pake punya cbr? toh ga akan jadi sekenceng cbr juga koq hehe.. mending pake yang udah berhasil diriset aja daripada pake yang belum pasti, lagian kalo pake cbr pasti ngakalinnya lebih banyak
      FC apaan ya?
      yg diatas blok itu katup PAIR, tinggal dicopot aja, toh pemilik FU juga rata-rata PAIRnya dicopot biar knalpot ga meletup-letup 🙂

  19. cs1x berkata:

    wooww.. amazing!

  20. Thundra_men berkata:

    gw bingung bro, di fp thunder banyak juga yang boreup seher 70mm dan tiap gw tanya gimana getarannye pada bilang ga beda jauh dari standarnya.. tapi di komen ente bilang getarannye tambah hebat..

    • mochyuga berkata:

      it depends 😀 pantat orang kan beda-beda bro jadi penilaian kenyamanan jg bisa beda hehe.. mesin motor ga kaya rumus matematika yg A x B = AB, tapi ada hukum-hukum fisika juga yang bikin tiap motor bisa beda perlakuannya sekalipun itu dua motor yang sama persis. Yang saya bilang getaran parah adalah kondisi terburuknya, sukur-sukur kalo ga sampe seperti itu. Salah satu cara mengurangi getaran adalah dengan balans ulang bandul kruk as, atau sekalian ganti kruk as yg lebih berat biar seimbang sama gebukan piston yg lebih gede

      • Thundra_men berkata:

        Mas, ganti kruk as yang lebih berat maksudnya gimana?
        Kalo ganti kruk as tiger yang strokeny 62,2mm gimana?
        Ato scorpio yang 58an mm?
        Itu ya maksudnya ya..?

  21. si gledek berkata:

    bro, memungkinkan g sih kalo noken as nya dipasang bearing? aku capek nih ngakalinnya di boshing masih berisik jg suaranya ….

    • mochyuga berkata:

      bisa aja, udah ada koq yang pasang bearing, tapi sayang saya belum dapet info tentang kode dan spek bearing yang cocok buat dipasang di noken as thunder

  22. Orba berkata:

    Mas kalo thunder 125 diganti blok head FU yang musti di akalin apa aja??
    makasih.

  23. mamet berkata:

    Mau tnya ini bengkel khusus thunder 125 dimana’y

    • mochyuga berkata:

      lokasi dimana mas? kalo di bandung sih saya anter ke bengkel Bens Motor, spesialisnya Thunder di area Bandung dsk, atau Yank Motor buat di area Sumedang dsk

  24. abramsp berkata:

    salam kenal..
    saya bukan pemakai Thunder 125 tp pernah tukar pakai aja wktu itu orangnya lg mudik jd motornya sy pakai. motor saya sebenarnya Shogun 125R. emang kalo utk lari dan kelincahan Thunder 125 itu ga bgt deh tp sy terkesan sama iritnya dibanding Shogun 125 sy lbh irit Thunder. utk pemakaian bensin dgn nominal rupiah yg sama 15rb (wktu itu premium msh 4500) utk rute yg sama (25km/hari) dan pola berkendara yg sama (kecepatan dlm kota 40-60kpj, maksimal 80kpj gigi 4 di shogun dan sama di Thunder) terlihat jelas dari pemakaian bensinnya (karena patokan sy bukanlah km tp hari) setiap senin sy selalu isi premium di shogun 15 ribu (15000/4500= 3,3 liter) dan sudah penuh. nah..dgn nominal yg sama sy isikan di Thunder wktu itu. kalo di Shogun dari senin pagi sampe kamis pagi udah berkedip (panel indikator bensinnya) sedangkan di Thunder pd saat itu masih diatas blok merah (krna Thunder pake panel jarum). kalo shogun sy tetap pake jalan sampe kamis sorenya baru isi bensin lg dgn nominal yg sama. tapi di Thunder sy tetap paksakan yg ternyata sanggup sampe hari jumat sorenya. wah..benar2 irit motor itu. tp sayangnya sy ga terbiasa dgn Thunder ini krna bobotnya berat sekali pdhal dlu pas masih bujangan sy pernah pake RX-King dan GL-Max yg pake kopling manual. Thunder ini ternyata jauh lebih berat dan lebih sulit manuvernya dilalu lintas macet. itu kesan sy soal Thunder 125.

  25. byrandals berkata:

    gan kalo thunder mw stroke up trs mw pasang stang piston punya tiger bisa gk gan?
    trs kira2 aja yg perlu dirubah gan.?
    cuz udah tanggung gan punya ane dah kadung bore up 63,5, klep EE 31/26, porting, noken as jg dh pake bearing, n pasang cooler oli moge..

    • mochyuga berkata:

      kalo pasang setangnya doang bukan stroke-up namanya mas, cuma mindahin posisi piston aja 🙂
      kao mau stroke up sekalian pasang sama kruk asnya punya tiger, tpai ubahannya jelas banyak, diantaranya menyesuaikan gir keteng, dudukan magnet, & gir primer sesuai desain kruk as thunder

  26. supri berkata:

    Klo operses ring seker bisa optimal ndak mas?

  27. supri berkata:

    Boss klo mau ganti velg ricing 17.. Tapak lebar ada ready nggak? Harga kisaran berapa?

    • mochyuga berkata:

      vel 17 buat thunder udah banyak koq, merk Power, V-Rossi, Spint, dll. lebih enak pake velg aftermarket yg emang diranang buat thunder, ga perlu ngerubah apa-apa tinggal plek aja

  28. brian berkata:

    mo nanya, om…. da y pernah nyoba thunderny ganti karbu PWL26 blm???
    kira2 spuyerny kena d angka brp yaak??
    Pj 42 dah matab, tp MJ dah nyoba 110-125 kok msh ngempos??
    motor pake seher hispeed 60 & porting polish aza….sisany standar.
    thx…

  29. Thunder 125 atau EN 125 sejatinya adalah motor dual sport atau lebih kerennya dirt bike. saudaranya di amerika bernama DR125 atau DRZ125. mesin memang kembar identik, tapi bodi saudara Thunder itu adalah motor trail sejati. harganya pun sangat jauuuuuh dibanding Thunder 125 yang kisaran 16jtan. DR/DRZ berharga 60-84jtan. itu karena cover dan sasisnya berbeda. harga cover Thunder paling hanya di kisaran 2.5-3jtan. sementara DR/DRZ ada di kisaran 6-9jtan. jadi jangan merasa minder, Thunder itu bukan motor culun! asal kalian tahu, mesin Thunder pun dipakai oleh Kawasaki KLX-125. ga percaya? coba banyak gaul dengan biker luar negeri, dan melek teknologi. BRAVO THUNDER 125!

  30. Adi M berkata:

    Bro Yuga, di BRT calculator, cara mengetahui nilai di:
    “Diameter Dalam (inner Diameter Of Valve Seat)” ini dari mana ya?
    Lalu “EFISIENSI” di BRT calculatir itu fungsinya untuk apa?

    • mochyuga berkata:

      “inner diameter of valve seat” diukur langsung di headnya, buat thunder innernya 22 mm, seukuran sama mulut port yang menghadap ke karbu
      efisiensi itu nilai perbandingan antara potensi tenaga yang seharusnya dihasilkan mesindalam kondisi yang ideal berbanding sama kondisi yang tidak ideal misal panas yang terbuang, nilai overlap klep, volume gas segar yang masuk, rasio kompresi dinamis, dll. umumnya buat motor harian efisiensinya di kisaran 50-60%, kalo mesin balap bisa berkisar antara 80-90%

  31. majulancar berkata:

    Pengen thunder sy kenceng bro.. gemana yaahh

  32. firman berkata:

    Allow om yuga mo tanya neh kalo dimater size piston standar si petir ama vixion samakah ? Kalo sama apa piston nya bisa di cangkok di blok si petir. Tambah atu lagi kalo si petir 2007 itu otak pengapiannya sudah CDI apa masih TCI. Thanks…

    • mochyuga berkata:

      sama, sama2 57mm, tapi ga pnp soalnya bibip piston vixion lebih tinggi tapi mukanya cekung, kalo bagian yg tinggi ga dipapas bisa tabrakan ama head
      petir 2007 pake dc-cdi

  33. haojue berkata:

    Mas bro. @ne baru beli thndr 08, olinya koq cepet abis yah jarak 1 minggu udah di L, seal seal udah ane ganti, udah ngga ada yg rembes , asapnya jg ngga putih. Ane pake ilo edono sm mprk. Yg cocok oli apa yah. Makasih mas bro

  34. eko berkata:

    Nimba ilmu om, rcn mw oprek si ntun , utk per klep yg keras pke pnya apa? Apa klep tiger bs dpsang d nthun? Lpas gasket blok seher apa bs nmbah kompresi? Porting polis pa mmg hrs d lakukan? Penambhan ring 2mm d per kopling apa bs nmbah responsif si ntun? Tlong d bagi om ilmunya. Tks.

    • mochyuga berkata:

      pak per klep jepang buat smash, per kecilnya dicopot. lepas gasket bisa nambah kompresi tapi dikit, cuma sekitar 0,2 : 1. porting polish jadi salah satu penentu naiknya performa mesin , kalo mau maksimal mesti dibarengi ngebentuk ulang noken as sesua karkter yg dimau. per kopling keras emang bisa bikin respon kopling lebih cepet, tapi kalo kampas koplingnya jelek tetep aja slip, yg penting kampasnya mesti pake yg bagus

  35. Adi M berkata:

    Gan, liat2 di kaskus ada yang jual kruk as crf 230, stroke 66.2mm…klo misalnya kebeli kira2 bisa ga ya diaplikasiin ke mesinnya nthun? Sekalian mo tanya gan, rencana mo turunin shok depan, kira2 berapa centi ya? Supaya ga keliatan nge-dongak aja c…

  36. Arsa berkata:

    Mas bro, saya punya thunder 2007 rencananya mau ganti stang seher punya tiger sama ganti pistonnya kawasaki boss/eliminator kalo enggak salah, menurut mas bro gimana ? Apa bisa nambah powernya apa larinya tambah kenceng, mohon pencerahannya.. Trmksih 😀

  37. Arsa berkata:

    Maksutnya karbunya ikut ganti ??
    Terus kira” bisa langsung pnp gak??
    Kalo lihat” di mbah google itu ukuran big end nya stang tiger sama kayak punya e thunder..
    Trus ukuran pin pistonnya juga sama antara tiger sama kawasaki boss..
    Tapi belum yakin sih, karena belum tau sendiri hehehe

    • mochyuga berkata:

      bukan cuma karbu thok, porting polish, papas noken as, ganti knalpot yg pas, dll, banyak ubahannya kalo pengen optimal. Masalah pnp engganya sih saya jg kurang tau, sama belum pernah nyoba :p

  38. Kathon berkata:

    Halo masbro maaf mau tanya, saya baru beli second Thunder 125 th 07, sudah sebulan pakai kok tiba2 saya perhatikan ada oli naik ke Pair ya? Dan rembes lewat selang pair.. setiap habis perjalanan sampai dirumah Pair pasti rembes oli, itu kenapa ya? Mohon bantuannya..

    • mochyuga berkata:

      biasanya gara2 jalur yang ke blok mesin bagian bawah knalpot ketutup, uap oli yang keluar lewat lubang hawa jd kesedot ke katup pair coba bersihin ruang pairnya

  39. Muhammad Abrisham berkata:

    Om yuga mo nanya lagi, subtitusi koil pengapian thunder pnp pake punya apa ya ,? Haturnuhun

  40. supriadi berkata:

    mas mau tanya, bulan kemarin saya beli thunder second 2008, tapi ini motor susah nyala, dan ga bisa langsam, udah ganti karbu, masih tetep juga gitu, satu lagi mesin panas bangat,walaupun udah ganti oli, apakah itu ada indikasi pompa oli rusak mas ?

  41. Hafith berkata:

    Om mau nanya bengkel situ dimana yah? Klo sekitaran jabodetabek bisa kali saya mampir, kya’a situ ngerti banget soal thunder

  42. Hafith berkata:

    Om mau nanya bengkel situ dimana yah? Klo sekitaran jabodetabek bisa kali saya mampir, kya’a situ ngerti banget soal thunder

  43. arya berkata:

    om mnta solusi dunk
    sya pnya thundi 2006, yang tiba” mati total ndak bsa di nyalain, kondisi aki masih bagus….

  44. sahidy once berkata:

    kang…mau nanya…thunder ku udah over size 200..karb pe 28 spuyer di oprek sendiri…koil punya kijang…
    nah dngn itu..menurut mas untuk keseimbangan nya hrus di jerjain gmana lagi mas….ini motor buat jarak jauh…terima kasih

    • mochyuga berkata:

      liat kondisi busi dulu aja, kalo udah merah bata udah cukup ga perlu diapa-apain lagi 🙂

      • sahidy once berkata:

        ini rencana mau strok up 5mm bro…maksutnya sih mau ngepasin cc jadi 150,,,cma masih canggung…kira2 harus ganti klep enggak ntar…trus itungan porting di rubah nggk ntar nya..klo jadi up strok..kira2 mas punya saran apa mas …..hehe…biasa mas…kan aku blm mendalami roh nya thunder….kkkkk

      • mochyuga berkata:

        tinggal dihitung aja sesuai rumus, semua udah jelas koq, tinggal masukkan angka-angka ubahannya 🙂

  45. sahidy once berkata:

    ok lah bro….aku coba dulu ntar…ada kurang lebihnya ntar minta pengarahan lagi ya mas…

  46. glacejoe berkata:

    Ada yang tau bengkel khusus thunder wilayah surabaya?kebetulan mau upgrade neh…tlg bantu info ya.mksh

  47. ARIFGUSTIANPUTRA berkata:

    maaf gan klo durasi standar ny thunder ini berapa ya gan soal ny saya mau beli noken as racing tapi durasi ny gak tau
    tolong bantuan ny

  48. Arifgustianputra berkata:

    berarti klo di jadi Spek Harian Liff nya 5 -6 Durasi 260 – 265
    Spek Race Liff nya 6-7 Durasi 270- 275
    Spek Drag Liff nya 7-8 Durasi 280- 285
    mna yg bagus klo buat harian tapi geber tolng bantuan ny gan

  49. saifuel berkata:

    saya punya tunder thn 2005 hanya saya ganti karbulator rx king tp orinya dan cukup memaksimalkan pembakaran n pengapiannya saja tenaga bisa tmbah40% bro. dan pernah saya coba dengan vixion thn 2011 dngan jarak 900m tunder saya lebih cepat sekitar 4 bodi.saya ingin merubah block cop tunder saganti fu kira kira bisa gak ya?

  50. darwis berkata:

    Gan, sy px thunder 2008, rncnx mau gnt piston tiger, stand pistonx hrs pendek, jd stank piston ap yg hrs syvpake gan?

  51. bejo Ls berkata:

    Maaf om juga, mo nanya,, masih bingung dgn perbedaan karakter yg di dapat, antara papas noken, di buat menonjol dgn lebarin payung klep, kan fungsi hampir sama,, lebarin pintu n perpanjang bukaan pintu, setelah klep tertutup kerjanya berhenti,, nah,, apa beda karakternya, dari modifikasi dua part ini,, mohon jawabannya,, pernah nanya di grub,, gak ada jawaban jelas,,

    • mochyuga berkata:

      lebarin pintu vs perpanjang bukaan pintu bedanya di gas flow, kalo dilebarin flownya lebih nyebar, mixture lebih mudah kebakar sama kompresi jd bagus buat akselerasi bawah, minusnya kurang efektif di rpm tinggi karena gas bakar yg masuk tetep segitu2 aja karena timing buka tutupnya ga berubah.
      kalo diperpanjang/diperlama, gas yg masuk lebih banyak jd di rpm tinggi lebih padet powernya, minusnya kalo bukaannya kelamaan kompresinya turun, kompresi turun torsi jg turun jd kurang bagus akselerasinya
      Jd dua2nya bertolak belakang, diperlebar cuma bagus buat rpm bawah, diperlama cuma bagus buat rpm atas

  52. iwans berkata:

    Inlet valve =0,55 x 57 = 31,35 mm
    bang angka 0,55 yg di atas itu rumus angka mati atau di dapat dari mana,,,?

  53. iwans berkata:

    Inlet valve =0,55 x 57 = 31,35 mm
    angka 0,55 di atas itu rumus angka mati atau dapat darimana gan,,,?

  54. muhammad abrisham berkata:

    Wilujeng siang kang yuga.

    Mau tanya kalo kode bearing kruk as si petir 125 brapa yak ? Nyari di mbah google gak nemu aja. Haturnuhun di antos bisikan kode nya 🙂

  55. muhammad abrisham berkata:

    Kang yuga mau tanya kalo kode bearing kruk as thunder itu brp yak ? Dah nyari info kodenya ga nemu nemu..

    Haturnuhun

  56. Enggar santoso berkata:

    Asslm..para thundie…menyambung coment mas saifuel..sy mo tny sm mas yuga : kalo pake carbu rx king, tetep pake saringan udara bawaan ga ? dan keiritannya kira” brkurang brp persen ? (+/- 1lt brp km klo pake carbu rx king) Sblmny trims mas atas jwbnnya

    • mochyuga berkata:

      Waalaikumsalam, saya sendiri belum pernah riset, nyoba sih pernah dan ga puas karena terlalu sering bongkar pasang buat cari setingan yg pas :p tapi kalo liat pengalaman temen2 yg pake sih cuma dapet kisaran 1:30an, itupun lebih enak kalo open filter, pasang filter malah brebet, kalo diiritin lagi malah gamau lari

  57. Enggar santoso berkata:

    Mw tny lg nii kang Yuga ttg thunder :

    Kalo bore up pake piston oversize ori thunder (msl OS 50 atw 75) tanpa dibarengi dg penggantian part” lain mslnya: carbu yg speknya lbh tinggi, cdi racing, coil racing, knalpot racing, porting-polish dsb, apakh hasilnya +/- sama (baik speed atwpun power) dg bore up pake piston satria fu ? Krn setahu saya kalo bore up pake piston merk lain hrs dibarengi dg penggantian part” lain spt yg sy sebutkn diatas. Trims Kang jwbnya.

    • mochyuga berkata:

      OS50 atau 75 itu bedanya sedikit banget mas sama standarnya, jd ga bisa dibandingin sama yg pake piston fu yg itungannya udah OS500 kalo dipake di thunder hehe… jd kalo os kecil gitu (sampe OS100) ga masalah masih pake part2 standar juga, paling bahan bakar aja yg minta naik grade, dr premium/pertalite ke pertamax biar ga nglitik soalnya rasio kompresi naik dikit

  58. Enggar santoso berkata:

    Mw tny lg nii kang Yuga ttg thunder :

    Kalo bore up pake piston oversize ori thunder (msl OS 50 atw 75) tanpa dibarengi dg penggantian part” lain mslnya: carbu yg speknya lbh tinggi, cdi racing, coil racing, knalpot racing, porting-polish, kampas kopling yg lbh tebal dsb, apakh hasilnya +/- sama (baik speed atwpun power) dg bore up pake piston satria fu ? Krn setahu saya kalo bore up pake piston merk lain hrs dibarengi dg penggantian part” lain spt yg sy sebutkn diatas. Trims Kang jwbnya.

  59. Enggar santoso berkata:

    Maaf kekirim dobel pertanyaannya

  60. Hadee berkata:

    Siang mas…
    thundie ane gak mau charge.
    Kira doi mau ganti apaan ya
    Maklum newbie urusan mtor..

  61. Enggar santoso berkata:

    Jgn bosen” ye kang…(nanya lg-nanya lg) :

    Kmrn ane nemu web yg mengulas : “Curi stroke dengan mengganti setang seher”.

    Yg ane tangkep dr artikel itu, jika mengganti setang seher (SH) bawaan dg SH yg lebih pendek dg sndriny TMB akan smkin ke bwh & TMA sebalikny (klo salah tlg koreksi), shg volume ruang bakar smkin lbh bsr, hslnya stroke/ akselerasi awal meningkat.

    Ane rcn mw ikutan cara kyk gitu, krn mnrt ane plg praktis & minim resiko. Ane dah browsing cari SH yg uk pen atas/ bwh & bentang SH lbh pendek dr Thundie..akhrny ketemu jg : SH pny Si Vixi, spin, shogun110/125 & f1zr. Tp ane lbh prcya sm SH vixi, krn tuh mtr hp/ps-nya jauh lbh gede dibanding dg smua mtr yg ane sebutin diatas. Semakin bsr hp/ps sbh mtr maka smkn bsr jg beban yg ditrm SH, jd dg substitusi SH vixi ke thundie InsyaAlloh lbh aman krn hp/ ps Thundie +/-11,5 sdgkn hp/ ps vixi +/-16.

    Mhn pencerahannya Kang a/ penjlsn ane diatas.

    Apakh bnr teori/ praktek diatas ? Klo bnr, apakh hrs dibarengi dg penggantian part” racing (yg pernah ane sebutin dipertanyaan ane tgl.22 jan) u/ menunjang akselerasi ?

    Trims jwbny…mf klo kepanjangan

    • mochyuga berkata:

      Ralat, ganti stang seher pendek thok hasilnya TMB lebih mendem iya, tapi TMA jg pasti lebih mendem, ga mungkin tambah tinggi. Bisa bawa link artikelnya kesini ga? Dikomen aja

      • Enggar santoso berkata:

        Link : omahe jawi
        Judul artikel :

        Curi Stroke Dengan Mengganti Setang Seher

        (Ketik aj judul diatas di mbah google)

      • mochyuga berkata:

        nah kan sesuai dugaan 😀

        jadi kalo dibaca di paragraf pertama ”trik ini sangat populer untuk memanjangkan stroke /langkah seher namun tanpa paking tambahan di blok atau kepala silinder”, nah itu maksudnya ya tetep distroke up dulu, cuman biar ga nambah paking karena stroke yg udah naik (yg artinya di TMA seher bakal lebih tinggi) makanya pake stang seher pendek. jadi kalo pake stang seher lebih pendek, pas posisi TMAnya piston ga terlalu nongol, tapi pas TMB bakal jauh lebih mendem dr standar, langkahnya lebih panjang karena udah stroke up.
        Kalo ga distroke up, posisi TMA ya mendem, kan as kruknya masih disitu2 jg sama kaya standar, stang seher ganti lebih pendek ya posisis seher turun alias mendem hehe

      • mochyuga berkata:

        Paragraf keempat malah lebih jelas lagi, ”Nah, karena seher mendem, agar sejajar dengan blok atas ketika top, HARUS NAIK STROKE” 🙂

  62. Enggar santoso berkata:

    Mhn kesimpulannya kang.

    Apakah dpt menaikkan stroke, dengan mengganti setang seher Vixion (P=97mm) ke Thunder (P=108,5mm) ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s