TIPS : Posisi Berkendara yang Baik dan Aman

Riding Position merupakan bagian penting dalam ilmu safety riding, karena posisi berkendara yang baik dan aman akan menambah fokus berkendara dan menghindarkan dari kecelakaan dan efek buruk kesalahan posisi berkendara. Posisi berkendara yang baik dan aman ditentukan dari segitiga kenyamanan, yaitu posisi setang, footstep dan tempat duduk pada suatu sepeda motor apapun jenisnya, baik cub (bebek & skubek) ataupun sport.

Posisi berkendara yang baik dan aman adalah posisi berkendara yang nyaman, yang artinya pengendara mudah mengendalikan pergerakan sepeda motor, sehingga pengendara dapat mengantisipasi segala kemungkinan manuver baik yang dilakukan rider ataupun manuver yang tidak disengaja karena kondisi lingkungan dan sepeda motor itu sendiri, seperti saat terkena lubang jalan atau saat ban tiba-tiba bocor. Posisi berkendara akan menentukan manuver dan keseimbangan sepeda motor.

Bagaimana posisi berkendara yang baik dan aman? Saya merangkumnya dalam beberapa poin berikut :

1. Duduk yang tegak tapi santai. Posisi ini akan membantu tumpuan tubuh diatas sepeda motor. Jika duduk terlalu tegak atau terlalu santai atau membungkuk, maka beban akan diterima tulang ekor yang sangat mungkin menimbulkan cedera pada tulang belakang yang penuh dengan syaraf-syaraf utama dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Tumpuan harus terbagi merata antara area pantat dan kaki yang menjejak footstep.

2. Menjejak footstep dengan mantap. Kaki merupakan salah satu tumpuan tubuh yang penting untuk menjaga keseimbangan sepeda motor. Posisi pijakan kaki yang berada di bagian paling bawah akan membuat center of gravity sepeda motor berada lebih dekat dengan tanah, hal ini dapat membantu kestabilan dan keseimbangan sepeda motor. Pijakan yang mantap akan membuat otot paha menekan bagian bodi motor, yang juga membantu tubuh menjaga kestabilan sepeda motor.

3. Tangan rileks tapi mengenggam dengan mantap. Posisi lengan dan pundak yang rileks mempermudah manuver dan kontrol terhadap setang yang merupakan pengendali arah motor. Pergelangan tangan menggenggam setang dengan sempurna menggunakan power finger, yaitu jempol, kelingking dan jari manis, sementara fine-tune finger yaitu jari telunjuk dan tengah menggenggam handle rem (dan kopling pada motor dengan kopling manual). Hal ini berguna untuk mempercepat refleks jika terjadi pengereman mendadak, karena jika refleks kita terlambat sepersekian detik saja dapat menyebabkan kecelakaan yang fatal.

4. Perhatikan posisi segitiga kenyamanan. Posisi berkendara yang nyaman ditentukan oleh posisi tiga komponen tumpuan tubuh pada sepeda motor, yaitu posisi setang, jok dan footstep. Jika anda merasa kurang nyaman dengan posisi segitiga kenyamana di motor standar, maka jangan ragu untuk memodifikasi posisi ketiga komponen tersebut, tentu atas nama kenyamanan, bukan karena gaya semata. Contohnya jika postur tubuh anda tidak sama dengan postur rata-rata orang Indonesia, seperti terlalu tinggi atau terlalu pendek, maka ketiga komponen tersebut dapat dimodifikasi, seperti memapas atau menambah busa jok, mengubah posisi footstep dan memodifikasi atau mengganti setang.

This entry was posted in TIPS and tagged . Bookmark the permalink.

4 Responses to TIPS : Posisi Berkendara yang Baik dan Aman

  1. vanz21fashion says:

    salam kenal masbro🙂 saya juga member dari gilamotor sekaligus newbie blogger juga di dunia permotoran indonesia😀

  2. mya412135 says:

    blog mantab!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s