HOWTO : Ingin 20 DK, Apa Saja yang Harus Diubah?

Judul diatas hanya perumpamaan saja :)

Dalam mengupgrade kemampuan mesin tentu kita harus memiliki target yang ingin dicapai, entah itu dari sisi pencapaian daya kuda atau waktu tempuh lebih cepat dalam mencapai jarak tertentu. Untuk pencapaian waktu tempuh lebih cepat tentu harus didukung dengan mesin bertenaga besar juga, maka dari itu saya coba untuk mensimulasikan tata cara upgrade tenaga dihitung berdasarkan teori yang sudah ada. Langsung masuk ke contoh saja ya, agar gambarannya lebih jelas.

Contoh :
Suzuki Thunder 125 dengan kondisi standar mampu menelurkan tenaga 11,5 PS atau 11,3 DK. Target output tenaga setelah upgrade adalah 20 DK. Bore-up yang ingin dilakukan adalah bore-up menggunakan piston Honda Tiger berukuran 63,5 mm.
Bagaimana spesifikasi ubahan di bagian lainnya? Berikut beberapa simulasinya :

Continue reading

HOWTO : Hitung Rasio Kompresi Dinamis Mesin 4-Tak

Dalam proyek Engine Calculator yang sedang saya buat, salah satu variabel yang ingin saya hitung adalah nilai rasio kompresi dinamis. Jika selama ini kita berkutat dengan rasio kompresi statis yang selalu dicantumkan dalam brosur, pada dasarnya salah satu penentu performa mesin yang sebenarnya bukanlah nilai kompresi statis, namun kompresi dinamis. Kenapa? Karena pada kenyataannya momen kompresi bukan dimulai saat piston dalam posisi Titik Mati Bawah (TMB / BDC), tapi dimulai saat posisi klep in sudah tertutup sempurna. Klep menutup sempurna setelah piston melewati TMB (prinsip 8-Stroke).

Dalam prakteknya, untuk menentukan tinggi stroke saat klep menutup diperlukan sejumlah alat ukur, diantaranya dial gauge, busur derajat kruk-as, dan sejumlah dudukan untuk penempatan alat tersebut, belum lagi mesin harus dibongkar, terutama bagian kepala silinder dan blok magnet.

setel timing kompresi

Namun ternyata ada cara yang jauh lebih mudah untuk menghitung tinggi langkah piston saat klep menutup tanpa harus membongkar mesin, caranya adalah dengan menggunakan prinsip-pinsip sudut segitiga, digambarkan sebagai berikut :

Continue reading

TIPS : Sambil Menghitung Gas Speed, 2-3 Pulau Terlampaui

Lho koq?!

Hehehe sengaja mencantumkan pantun di judul artikel karena kenyataanya memang demikian. “Pulau” apa saja yang dilampaui saat menghitung gas speed?

Yang pertama adalah, tentang pemilihan ukuran piston yang cocok saat akan mengubah piston dengan yang berukuran lebih besar, atau istilahnya bore-up. Yang kedua, tentang pemilihan ukuran klep yang akan diaplikasikan untuk mendukung ubahan di area kepala silinder, jadi bukan semata-mata diberi ukuran klep terbesar yang bisa dijejalkan ke kepala silinder tanpa dasar teori yang bisa dipertanggung jawabkan hehe

Yang ketiga, adalah ukuran panjang langkah piston yang ideal jika kita ingin melakukan ubahan stroke-up. Dan yang terakhir, kesempatan untuk “mengintip” performa sebuah motor dan membandingkannya dengan motor kita jika berpatokan pada gas speed dari kedua motor tersebut.

Bagaimana rumus menghitung gas speed?

Beruntung seorang blogger yang juga wartawan tabloid MotorPlus yaitu Kang Aong mau berbagi rumus untuk menghitung gas speed, disertai patokan dari Mas Ibnu Sambodo dari Manual Tech yang pernah bilang bahwa supaya menghasilkan power maksimal, gas speed atau kecepatan gas bakar di lubang porting ada di kisaran 80-100 meter/detik.

Rumusnya adalah :

Continue reading

SHARE : Rumus Fisika Aplikatif Mengetahui Performa Kendaraaan

Pada posting sebelumnya dijelaskan mengenai rumusan untuk menghitung daya kuda kendaraan, posting kali ini merupakan versi “lengkap” dari kumpulan rumus-rumus fisika yang bisa digunakan untuk mengukur performa kendaraan dari berbagai segi. Judul diatas merupakan judul yang sama dengan artikel pada tabloid Otosport No.13/III Sabtu 6 Juli 2002 halaman 14, karena sumber dari posting ini saya ambil dari artikel tersebut.

Apa saja rumus-rumus tersebut? Berikut penjelasannya :

Continue reading